nataragung.id – Pemanggilan – PENDAHULUAN : Sabar bukan sekadar menahan diri, tetapi kekuatan jiwa yang mengokohkan iman. Sabar adalah cahaya bagi hati, penopang dalam ujian, dan jembatan menuju ridha Allah. Tidaklah sabar diberikan kecuali kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari Allah dalam setiap keadaan hidupnya.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Pembagian Sabar
Para ulama menjelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga:
– Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Menjaga diri agar tetap istiqamah dalam perintah-Nya meski terasa berat.
– Sabar dalam meninggalkan maksiat. Menahan diri dari godaan dosa meskipun kesempatan terbuka lebar.
– Sabar atas takdir dan ujian Allah. Menerima ketentuan-Nya dengan lapang dada tanpa keluh kesah.
Tujuh Amalan yang Menghantarkan kepada Kesabaran
1.Menguatkan Iman dan Keyakinan kepada Allah
Kesabaran tumbuh dari keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi dengan hikmah. Orang yang mengenal Rabb-nya akan tenang saat diuji. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
﴿وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ… وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ﴾
“Sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar… dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
2.Membiasakan Diri dengan Shalat
Shalat adalah tempat bersandar bagi hati yang gelisah. Dari shalat, lahir ketenangan dan kekuatan untuk bersabar.
Dalam hadits disebukan, dari Hudzaifah r.a.:
كان النبي ﷺ إذا حزبه أمر فزع إلى الصلاة
“Apabila Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ditimpa suatu urusan yang berat, beliau segera mendirikan shalat.” (HR. Abu Dawud)
3.Mengingat Keutamaan dan Pahala Sabar
Mengetahui besarnya pahala sabar akan meringankan beban ujian. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Tidaklah seseorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4.Melatih Diri Menahan Lisan dan Emosi
Kesabaran sering diuji melalui ucapan dan reaksi. Menahan lisan adalah pintu besar menuju sabar. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5.Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir melembutkan hati, doa menguatkan jiwa. Dari hati yang dekat dengan Allah, lahir kesabaran. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
﴿أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
6.Meneladani Kesabaran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah teladan tertinggi dalam kesabaran menghadapi celaan, penderitaan, dan pengkhianatan. Dalam hadits diriwayatkan:
كان النبي ﷺ يُؤذَى فيصبر
“Rasulullah shalallahu alaihi wasallam disakiti, namun beliau tetap bersabar.”
Kesabaran beliau bukan karena lemah, tetapi karena yakin kepada pertolongan Allah.
7.Meyakini Bahwa Kesabaran Menghapus Dosa
Setiap sakit, kesedihan, dan kepayahan yang disertai sabar akan menggugurkan dosa.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ… إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya dengan sebab itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, kesabaran bukan datang seketika, tetapi buah dari amal yang terus dirawat. Barang siapa membiasakan diri dengan tujuh amalan ini, maka Allah akan menghantarkannya kepada sabar yang indah, ṣabran jamila—sabar tanpa keluh, tanpa putus asa, dan penuh harap kepada rahmat-Nya.
﴿إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
(KIS).
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

