nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan kesabaran dan ladang pahala.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, teladan kesabaran dalam setiap ujian kehidupan.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Puasa adalah sekolah kesabaran. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kita menahan lapar, dahaga, dan keinginan. Kita menahan amarah, menahan emosi, menahan diri dari yang sia-sia.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ramadhan mengajarkan kita bahwa kesabaran bukan kelemahan. Kesabaran adalah kekuatan jiwa. Kesabaran adalah tanda kedewasaan iman.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
الصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ
“Puasa itu setengah dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi)
Karena dalam puasa terdapat tiga jenis sabar:
– Sabar dalam ketaatan kepada Allah.
– Sabar menjauhi maksiat.
– Sabar menghadapi ujian dan rasa tidak nyaman.
Jamaah sekalian…
Sering kali hidup tidak berjalan sesuai keinginan. Ada rezeki yang terasa sempit. Ada doa yang terasa lama dikabulkan. Ada masalah yang belum juga selesai.
Namun Allah Subḥanahu wata’ala menenangkan hati kita dengan firman-Nya:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Tanpa batas. Tanpa hitungan. Tanpa ukuran.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Jika kita mampu sabar menahan lapar karena Allah, maka kita juga mampu sabar dalam menghadapi ujian hidup karena Allah.
Jika kita mampu sabar menunggu waktu berbuka, maka kita juga mampu sabar menunggu pertolongan Allah.
Ingatlah, sebagaimana berbuka datang setelah maghrib, pertolongan Allah pun datang setelah kesabaran.
Mari jadikan Ramadhan ini sebagai latihan untuk:
– Sabar dalam ibadah
– Sabar dalam keluarga
– Sabar dalam pekerjaan
– Sabar dalam menghadapi ujian
Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menghiasi hati kita dengan kesabaran dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bersama-Nya.
اللهم ارزقنا صبراً جميلاً وفرجاً قريباً وأجراً عظيماً
Ya Allah, anugerahkan kepada kami kesabaran yang indah, jalan keluar yang dekat, dan pahala yang besar.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/185).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

