RAMADHAN MUBARAK (13) : Menggapai Derajat Taqwa yang Hakiki. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillāhi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan pembinaan iman dan peningkatan taqwa.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, teladan orang-orang yang paling bertaqwa.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Tujuan utama puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan dahaga. Allah Subḥanahu wata’ala telah menegaskan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Kata kuncinya adalah “la‘allakum tattaqūn”, agar kamu bertaqwa. Apa itu taqwa?
Para ulama menjelaskan, taqwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan rasa takut kepada-Nya. Taqwa bukan hanya tampak dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, kejujuran, dan sikap sehari-hari.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Angan-Angan Kosong dan Hari Penghitungan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jamaah sekalian…

Puasa melatih kita untuk merasa diawasi Allah. Saat kita sendirian dan tidak ada yang melihat, kita tetap tidak makan dan minum. Mengapa? Karena kita yakin Allah melihat.
Inilah hakikat taqwa: merasa selalu diawasi oleh Allah.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, taqwa tidak hanya di masjid, tidak hanya saat Ramadhan, tetapi di kantor, di rumah, di pasar, bahkan saat sendirian.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (16) : Menghindari Sia-Sia di Bulan Mulia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Ciri orang bertaqwa disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, yang menahan amarah dan memaafkan manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

Taqwa itu:
– Dermawan dalam segala keadaan
– Mampu menahan marah
– Mudah memaafkan
– Berbuat ihsan

Ramadhan adalah tempat latihan untuk semua itu.

Jamaah sekalian…

Pertanyaannya, apakah setelah 13 hari Ramadhan kita sudah lebih sabar? Lebih jujur? Lebih ringan tangan bersedekah? Jika iya, itulah tanda taqwa mulai tumbuh.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Janji Allah Pasti Terwujud. Belajar dari Nubuwah Penaklukan Konstantinopel. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Kemuliaan bukan pada jabatan, bukan pada harta, tetapi pada taqwa.

Semoga Ramadhan ini benar-benar mengantarkan kita pada derajat taqwa yang hakiki taqwa yang terus hidup bahkan setelah Ramadhan berlalu.

اللهم اجعلنا من المتقين

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaqwa.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/190)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini