Ramadhan Mubarak (30) : Perpisahan dengan Ramadhan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah mempertemukan kita dengan Ramadhan dan menguatkan kita hingga di penghujungnya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang paling bersyukur dan paling takut kepada Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Hari ini kita berada di penghujung Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka akan segera meninggalkan kita.

Pertanyaannya bukan hanya:
Apakah kita sedih berpisah dengan Ramadhan? Tetapi: Apakah Ramadhan ridha meninggalkan kita?

Para salafus shalih sangat bersedih ketika Ramadhan berakhir. Karena mereka tahu, belum tentu mereka akan bertemu kembali dengannya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Dalam Ciptaan -Nya Ada Tanda-tanda Kebesaran. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya, dan agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ramadhan diakhiri dengan takbir. Mengapa? Karena kita bersyukur telah diberi kesempatan beribadah.

Jamaah sekalian…

Ramadhan telah mengajarkan kita banyak hal:
– Kesabaran dalam menahan diri
– Keikhlasan dalam beramal
– Kepedulian terhadap sesama
– Kedekatan dengan Al-Qur’an
– Kelembutan hati dalam doa

Jangan biarkan semua itu ikut pergi bersama berlalunya Ramadhan.
Ingatlah, Allah yang kita sembah di bulan Ramadhan adalah Allah yang sama di bulan-bulan lainnya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Takdir Tak Pernah Tersesat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Mari jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan hidup. Jika tahun ini lebih baik dari tahun lalu, maka kita berada di jalan yang benar.
Tutuplah Ramadhan dengan:
– Memperbanyak istighfar
– Membayar zakat fitrah
– Saling memaafkan
– Mengagungkan Allah dengan takbir

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menerima seluruh amal kita dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan dalam keadaan lebih baik.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (5) : Lailatul Qadar - Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

اللهم لا تجعله آخر العهد من صيامنا، فإن جعلته فاجعلني مرحومًا ولا تجعلني محرومًا

Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai Ramadhan terakhir kami. Jika Engkau takdirkan demikian, maka jadikanlah kami orang yang dirahmati, bukan yang terhalang dari rahmat-Mu.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/207).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini