nataragung.id – Pemanggilan – Kadang, kita lelah bukan karena hidup terlalu berat, tetapi karena hati terlalu sibuk mengejar yang tak perlu.
Kita menghitung apa yang belum ada, lalu lupa mensyukuri apa yang sudah nyata. Padahal hidup ini seringkali sesederhana pagi yang kita bangun di dalamnya, tubuh yang masih diberi sehat,
langit yang tak runtuh di atas kepala kita, dan rezeki yang cukup untuk hari ini.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah mengingatkan kita dengan kalimat yang begitu dalam, namun sering kita lewatkan:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian yang pagi hari merasa aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan baginya seluruh dunia.” (HR. Tirmidzi)
Betapa sering kita merasa miskin, padahal Allah telah memberi kita “seluruh dunia” dalam bentuk yang paling sederhana.
Bukan dalam kemewahan, tapi dalam kecukupan. Bukan dalam kelimpahan, tapi dalam ketenangan.
Kita ingin lebih, terus lebih, tanpa henti, hingga lupa bahwa kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya yang kita miliki, tetapi pada lapangnya hati menerima apa yang Allah beri.
Maka berhentilah sejenak. Lihatlah dirimu hari ini. Jika engkau masih bisa bernapas tanpa rasa sakit, tidur tanpa rasa takut, dan makan tanpa harus meminta, maka sesungguhnya engkau sedang hidup dalam nikmat yang luar biasa.
Dunia ini tidak rumit. Kitalah yang sering membuatnya menjadi berat. Belajarlah untuk cukup, karena dalam rasa cukup, ada ketenangan. Dan dalam ketenangan, di sanalah letak kebahagiaan yang sebenarnya. (217).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#Mutiara_pagi
#Shobahul_Khair

