Makan Bergizi Gratis, Nanik: Menerapkan Pendekatan Berbeda

0

nataragung.id – Jakarta – Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) pemerintah menerapkan pendekatan berbeda. Makanan difokuskan pada bahan pangan kering yang tidak memerlukan pengolahan kompleks. Hal ini disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, Selasa (31/03/2006).

“Untuk wilayah 3T makanan kering, bukan olahan. Misalnya, susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan, dan didistribusikan,” kata Nanik.

Baca Juga :  Menjelang Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Prabowo Sampaikan Duka Cita

Menurut Nanik, kebijakan ini sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan infrastruktur, akses distribusi, dan fasilitas penyimpanan di daerah 3T. Selain itu menunjukkan distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diatur berdasarkan jenis dan ketahanannya.

Sedangkan untuk anak sekolah selain wilayah 3T, tetap berjalan seperti biasa, yakni dengan skema fresh food, dan distribusi lima hari. Kebijakan ini dinilai efektif untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan yang digunakan dalam penyajian menu.

Baca Juga :  Ada Eko Patrio dan Fahri Hamzah, Ini Bocoran Daftar Menteri di Pemerintahan Prabowo yang Hampir Final - MAJALAH NATAR AGUNG

MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), penanganannya tetap mengacu pada mekanisme yang telah berlaku. “Untuk 3B, mekanisme pendistribusiannya seperti biasa sampai hari Sabtu,” lanjut Nanik.

Nanik mengatakan, seluruh skema distribusi tetap mengacu pada standar gizi nasional, dan prinsip keamanan pangan, guna memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran. (MMD).

Baca Juga :  Forum Honorer Tenaga Teknis K2 Lampung Selatan, Sambangi Kantor KemenpanRB di Jakarta

Keterangan foto: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini