Mimbar Jum’at : Tiga Perniagaan Yang Tak Pernah Merugi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nagaragung.id – Pemanggilan – Di dunia ini, manusia sibuk mencari untung. Pagi berangkat dengan harap, malam pulang dengan hitung-hitungan. Ada yang untung, ada yang rugi. Ada yang tersenyum, ada pula yang menyesal.

Namun di tengah hiruk-pikuk perniagaan dunia, Allah menawarkan sebuah perniagaan yang tak pernah mengenal kata bangkrut… perniagaan dengan-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah merugi.” (QS. Fāṭir: 29)

Baca Juga :  MIMBAR JUMAT: Sandiwara Dunia Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron,Lc

Inilah tiga perniagaan itu…

Pertama, membaca Al-Qur’an.

Lisan yang basah dengan ayat-ayat-Nya bukan sekadar membaca, tetapi sedang berdialog dengan Rabb-nya. Setiap huruf yang dilafalkan bukan kosong tanpa nilai—ia adalah pahala yang berlipat, cahaya yang menerangi hati, dan penuntun di kegelapan hidup. Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tapi ia menghidupkan jiwa yang mati, menenangkan hati yang gelisah, dan mengangkat derajat yang hina.

Kedua, mendirikan shalat.

Bukan sekadar gerakan, tapi perjumpaan. Bukan sekadar kewajiban, tapi kebutuhan. Di saat manusia berdiri menghadap Allah, ia sedang meletakkan seluruh beban dunia di hadapan-Nya. Dalam sujudnya, ia paling dekat dengan Rabb-nya. Shalat adalah tiang kehidupan, penyejuk hati, dan pembeda antara cahaya dan kegelapan. Siapa yang menjaganya, Allah akan menjaganya.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM'AT : Isra' Mi'raj dan Syariat Shalat Lima Waktu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ketiga, berinfaq di jalan Allah.

Harta yang kita keluarkan bukanlah berkurang, justru itulah yang kekal. Yang disimpan bisa lenyap, tapi yang diinfakkan akan menetap. Baik dalam diam maupun terang-terangan, setiap rupiah yang diberikan di jalan Allah adalah bukti keimanan dan kepercayaan kepada janji-Nya. Ia seperti benih yang ditanam, tumbuh, berkembang, dan berbuah pahala yang tak terhitung.

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Takwa - Makna dan 7 Jalan Menuju Kepadanya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Wahai jiwa…
Jika dunia penuh dengan risiko kerugian, maka jalan ini adalah kepastian keuntungan. Jika manusia takut bangkrut dalam usaha dunia, maka Allah menjamin tidak akan bangkrut bagi yang menempuh jalan ini.

Maka berdaganglah dengan Allah…
Dengan tilawah yang tulus, dengan shalat yang khusyuk, dan dengan infaq yang ikhlas. Karena sesungguhnya…
Ini adalah perniagaan yang tak pernah merugi.

#KIS
#SHOBAHUL_KHAIR
#MIMBAR_JUMAT

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini