nataragung.id – Pemanggilan – Hidup ini tidak pernah benar-benar rata. Ia dipenuhi batu, sebagian kecil, sebagian besar; ada yang tampak jelas, ada pula yang tersembunyi di balik langkah kita. Batu-batu itu adalah ujian, kegagalan, penolakan, luka, dan segala hal yang sering membuat kaki kita tersandung.
Banyak orang berhenti karena batu. Mereka jatuh, lalu memilih diam. Mereka terluka, lalu enggan melangkah lagi. Seolah-olah batu itu adalah akhir dari perjalanan.
Namun sejatinya, batu tidak pernah diciptakan untuk menghentikan langkahmu. Ia ada untuk menguji bagaimana engkau melangkah.
Orang yang lemah akan mengutuk batu itu. Ia melihatnya sebagai penghalang. Tapi orang yang kuat akan menunduk, memungutnya, lalu menyusunnya. Sedikit demi sedikit. Sakit demi sakit. Gagal demi gagal.
Hingga tanpa ia sadari, batu-batu yang dulu hampir menjatuhkannya, kini telah berubah menjadi tangga yang mengangkatnya lebih tinggi dari sebelumnya.
Setiap kesulitan yang kau hadapi adalah bahan baku untuk naik. Setiap luka yang kau rasakan adalah pijakan untuk tumbuh. Dan setiap kegagalan adalah anak tangga yang mendekatkanmu pada keberhasilan.
Maka jangan sibuk menghindari batu. Belajarlah menggunakannya. Karena kesuksesan bukan milik mereka yang tidak pernah jatuh, tetapi milik mereka yang mampu mengubah setiap jatuh menjadi langkah menuju ketinggian. (231)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#Shobahul_Khair
#Mutiara_pagi

