nataragung.id – Lampung Selatan – Hari ini Kamis 14 November 2024, Kabupaten Lampung Selatan genap berusia 68 tahun. Usia yang sudah cukup tua, jika di-ukur dari usia seorang manusia.
Usia 68 tahun, sejatinya Kabupaten Lampung Selatan sudah amat mapan. Bahkan Lampung Selatan kini sudah mempunyai cucu, karena sudah dua (2) kali melahirkan Kabupaten, yaitu Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran. Kabupaten Tanggamus sendiri sudah melahirkan Kabupaten lain yaitu Kabupaten Pringsewu. Artinya Pringsewu adalah cucu Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam waktu dekat Lampung Selatan diperkirakan kembali akan melahirkan Kabupaten lagi yaitu Kabupaten Natar Agung.
Kepemimpinan di Lampung Selatan sejak berdiri di-tahun enam puluhan hingga era Orde Baru berakhir tahun 1998 sudah silih berganti. Kolonel Infanteri Amreza Anwar adalah Bupati terakhir yang memimpin Kabupaten Ragom Mufakat di-era Orde Baru.
Sedang di-era reformasi kepemimpinan juga sudah silih-berganti. Mulai dari H. Zulkifli Anwar Periode 2000-2005, 2005-2008 (tahun 2008 mundur karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung), H. Wendy Melfa 2008-2010, H. Rycko Menoza 2010-2015, Drs. H. Kherlani (Pj) pertengahan 2015-2016 (bulan Februari), H. Zainudin Hasan 2016-2018 (tahun 2018 terkena OTT KPK), H. Nanang Ermanto 2018-2021 dan 2021-sekarang.
Sebagai salah satu dari empat (4) kabupaten/kota yang ada ketika Propinsi Lampung berpisah dari Sumatera Selatan, tentu Lampung Selatan harus menjadi acuan bagi kabupaten/kota lainnya di Propinsi Lampung.
Ada banyak ragam tanggapan, harapan, saran dan kritik dari elemen masyarakat tak terkecuali dari para tokoh, pimpinan parpol bahkan para ASN yang sedang mengabdi di Lampung Selatan juga ikut urun-rembuk sebagai bentuk kecintaan terhadap Kabupaten yang terkenal dengan sebutan Gerbang Pulau Sumatera ini.
Komentar pertama datang dari H. Nivolin Ch, SE. Tokoh masyarakat yang bertempat tinggal di Kalianda ini mengatakan Lampung Selatan dengan segala dinamika yang ada, baik di-bidang politik, adat-istiadat juga perekonomian yang berkembang begitu dinamis di-segala aspek kehidupan, membuat Kabupaten Lampung Selatan beberapa tahun lalu tercipta suasana yang sangat akrab antara satu dengan yang lainnya. Namun amat berbeda dengan kondisi saat ini dimana nilai-nilai kebersamaan sudah semakin berkurang, terkesan individualisme. Dimasyarakat saat ini amat terasa sudah semakin jauh dari nilai nilai kebersamaan, senasib-sepenanggungan termasuk di-lingkungan pemangku kepentingan. Bagi para pemangku kepentingan yang penting program bisa terlaksana. “Manfaat atau tidak urusan nanti yg penting aman” tegas Nivolin.
Pria yang terkenal sebagai aktifis ini juga mengkritisi banyaknya pembangunan yang dilaksanakan oleh orang yang kurang faham dengan apa yang akan dibangun. Padahal menurut Nivolin pembangunan harus dilihat dari berbagai aspek terutama SDM, harus sesuai dengan kompetensinya, demkian juga proses perencanaan dan pengawasan masih relatif kurang. Para pemangku kepentingan hanya mengedepankan selera pimpinan saja. “ABS lah” ujarnya setengah bercanda.
Belum dimaksimalkan potensi unggulan yg ada di Lampung Selatan juga mendapat sorotan dari pria yang menjabat anggota DPRD Lampung Selatan Periode 2009-2014. Menurutnya potensi wisata belumlah di-garap secara maksimal. Pemerintah Daerah semestinya memberikan kemudahan bagi yang berkeinginan mengembangkan wisata. “Belum lagi potensi pertanian kita yang tidak dikelola secara serius” tandasnya.
Terkait pemimpin yang paling berkesan saat memimpin Lampung Selatan, menurutnya adalah H.Zulkifli Anwar Bupati Lampung Selatan periode 2000-2005 dan 2005-2008. Menurut Nivolin Zulkifli Anwar mampu mengayomi segala lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang dan status sosial.
Pada bagian lain, menghadapi pelaksanaan Pilkada yang tinggal menghitung hari, Nivolin menghimbau kepada seluruh warga Lampung Selatan yang telah mempunyai hak pilih untuk memilih pemimpin yang ideal yang mengerti dan memahami Kultur , adat-istiadat, sosial-budaya dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Siapapun Pemimpin yang terpilih Nivolin menyarankan jadilah pemimpin yang bijak yang mampu mengakomodir semua kepentingan kelompok. “Berikanlah kesempatan kepada SDM yg mumpuni unt mengelola sesuai dengan kompetensi dan pengalaman yg dimiliki” ujar Nivolin.
Senada dengan Nivolin, Miftahul Bahri, ST. Ketua Partai NasDem Lampung selatan mengatakan di momen Ulang Tahun ke 68 Kabupaten Lampung Selatan terlihat kurang signifikan dari sisi perubahan dan kemajuan. Menurut Miftah kondisi kemarin dan kondisi saat ini tidak banyak mengalami perubahan, hal ini bisa di lihat dari pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Lamsel, juga bisa di-lihat dari wajah Kota Kalianda sebagai Pusat Pemerintahan tidak mengalami banyak perubahan kemajuan. Bahkan menurut pria yang dua kali pernah menjadi anggota DPRD Lampung Selatan yaitu tahun 2004 dan tahun 2009 mengatakan sarana infrastruktur jalan saat ini banyak yang cenderung rusak parah.
Dia mencontohkan saat H. Zulkilfi Anwar menjadi Bupati kondisi pembangunan bisa di rasakan di-berbagai tempat, meskipun banyak juga jalan yang belum mulus, tetapi setidaknya banyak infrastruktur terutama jalan, jembatan, irigasi yang di bangun dan di perbaiki.
Sedikitnya ada lima peninggalan Bupati Zulkifli Anwar yang masih terlihat dan masih dipergunakan hingga saat ini yaitu Kantor Bupati, Kantor DPRD, Rumah dinas Bupati, Rumah Dinas Ketua DPRD dan tugu Adipura. “Semuanya peninggalan Pak Zul” ucap Miftahul Bahri.
Pada bagian lain pria yang juga berprofesi sebagai guru honorer ini berharap kepada calon pemimpin yang berhasil menang dalam Pilkada 27 November 2024, dirinya menghimbau karena Lampung Selatan mempunyai wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, maka Pemimpin tersebut harus segera bisa mendorong dan melepas Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung, dengan mekarnya Natar Agung, agar dalam melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan semakin fokus tidak terlantar seperti saat ini akibat luasnya wilayah.
Dirinya juga mengatakan siapapun yang menjadi bupati agar segera memprioritaskan pembangunan fisik terutama infrastruktur jalan sebagai modal dasar bagi lalu lintas perekonomian masyarakat.
Komentar yang cukup menarik terkait Hari Ulang Tahun Lampung Selatan justru datang dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut salah seorang ASN yang bekerja di Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan secara jujur mengatakan bahwa
kemajuan di Lampung Selatan melambat, baik pembangunan fisik ( infrastruktur) dan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. “IPM Lampung Selatan masih nomor 7 Dari 15 Kabupaten / Kota se Propinsi Lampung” ucapnya.
Lebih lanjut ASN yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa anggaran yang ada terlalu menitik beratkan pada pembangunan fisik seperti jalan raya dan gedung. Mungkin karena akan pilkada maka semuanya dibangun.
Dirinya memberi contoh pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) dan GSG Kalianda, menurutnya anggaran yang dialokasikan terlalu besar sementara anggaran untuk sektor Ekonomi Krearif, Pariwisata dan UMKM Masih sangat rendah. ASN yang mengagumi sosok H. Zulkifli Anwar dan Dulhadi itu melanjutkan mengenai kriteria pemimpin ideal untuk Lampung Selatan ke depan, dengan gamblang dia menyebut kriterianya yaitu : Muda, Cerdas, Pendidikan sangat baik, punya koneksi yang baik dengan Propinsi dan Pusat, dan yang tak kalah penting menurutnya tidak menjadikan ASN layaknya sapi perahan. “Pemimpin kedepan juga mampu menerapkan meritokrasi dan penataan kepegawaaian, jadi tidak asal-asalan” ujarnya dengan penuh harap.
Ia juga menyarankan kepada siapapun yang akan memimpin Lampung Selatan minimal lima (5) tahun kedepan, harus berupaya sekuat tenaga agar IPM Lampung Selatan bisa menempati no 3 setelah Bandar Lampung dan Metro. Pada bidang pariwisata, dirinya berharap agar pemimpin yang akan datang mampu menjadikan Lampung Selatan sebagai Destinasi Utama Pariwisata di Propinsi Lampung. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memperkuat sektor pariwisata sebagai penggiat utama sektor perekonomian, disamping sektor Pertanian. “Hal itu bisa terwujud jika konektivitas jalan raya antar kecamatan dan antar desa mulus” urainya penuh harap.
Editor : SyahidanMh.

