DPRD Lampung Selatan Minta Operasional PT AUI Dihentikan, Buntut Dari Polusi Udara Bikin Warga Gatal

0

nataragung.id – Lampung Selatan – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan angkat bicara dan meminta aktivitas pabrik jagung PT Agro Utama Indonesia  (AUI) dihentikan paska puluhan warga mengaku gatal-gatal hingga terserang penyakit.

Dari informasi yang dihimpun, PT Agro Utama Indonesia merupakan perusahaan yang fokus pada industri pengeringan jagung berlokasi di Desa Taman Sari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Perusahaan tersebut, dikaitkan merupakan anak dari perusahaan berskala internasional yakni PT New Hope Indonesia yang berpusat di Tiongkok.

Polemik mencuat, tatkala sejumlah warga Desa Taman Sari mengeluh gatal-gatal hingga gangguan paru akibat polusi udara dan dituding berasal dari aktivitas usaha PT Agro Utama Indonesia.

Baca Juga :  TPID Lampung Selatan Fokus Jaga Stabilitas Harga Menjelang Akhir Tahun

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Agus Sartono menyebut, telah mendengar permasalahan yang mendera warga Desa Taman Sari itu.

“Kalau bisa dari masyarakat yang terdampak memberikan surat ke DPRD khususnya Komisi III untuk segera menindaklanjuti, dan juga Dinas Kesehatan terkait harus turun karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat,” beber Agus Sartono, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Pimpin Apel Pagi di Lampung Selatan, Anton Carmana: Kinerja ASN Harus Beri Manfaat Nyata

Agus Sartono sempat melontarkan opsi turun ke pabrik bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan untuk memberikan teguran langsung.

Ketika mengetahui ada seorang pelajar yaitu Alipah Prasetya (14) dilaporkan mengalami gangguan paru-paru dan harus menjalani perawatan intensif, ia langsung bersikap tegas.

“Himbauan terutama ke pabrik terkait polusi itu membahayakan, sementara setop dulu lah operasi pabrik itu (PT AUI),” kata politikus PAN itu.

Sementara, warga setempat Saerah mengeluh harus berulang kali menyapu debu dirumah yang diduga kuat berasal dari aktivitas mesin pengering PT Agro Utama Indonesia.

Baca Juga :  PT. Konverta Mitra Abadi Salurkan Dana CSR untuk Kontingen PORKAB Lampung Selatan IV Kecamatan Natar

“Kan mesin ovennya 24 jam jadi debunya tiap hari itu nggak kehitung (nyapu), kan kalau lihat kotor itu kita risih ya tiap terbang kerumah nyapu,” ujarnya.

Warga lingkungan sekitar hampir semua terdampak debu pengeringan jagung, setidaknya ada sekitar 50 kepala keluarga (KK) merasakan hal yang sama. (mara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini