Pemkot Metro Luncurkan “Jumat Djajan Metro Bahagia”, UMKM Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Modern

0

nataragung.id – Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan resmi meluncurkan program Bazar Jumat Djajan Metro Bahagia sebagai langkah nyata mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan perdana yang digelar di halaman kantor dinas setempat, Jumat (08/05/2026), berlangsung meriah dengan melibatkan 20 pelaku UMKM dan dua koperasi.

Peluncuran program tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja dan pelaku usaha yang menjadi penggerak roda ekonomi di Kota Metro.

Beragam produk unggulan lokal mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan dipamerkan dalam bazar yang diharapkan menjadi ruang promosi strategis bagi UMKM agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa program Jumat Djajan Metro Bahagia merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi pelaku usaha lokal agar berkembang dan mampu “naik kelas”.

Baca Juga :  Kompas Moral di Balik Layar: Menemukan Ruang Kelas di Balik Narasi Fiksi. Oleh: M. Haqu Darumiarta *)

“Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM tidak hanya diberi ruang untuk berjualan, tetapi juga didorong meningkatkan kualitas produk serta manajemen usaha agar mampu bersaing dan berkembang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Bambang, sektor UMKM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan ekosistem usaha yang berkelanjutan melalui bazar rutin yang akan digelar dua kali setiap bulan.

Berbeda dengan bazar musiman pada umumnya, program ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan guna menciptakan pasar yang stabil bagi para pelaku usaha lokal dalam memasarkan produknya secara konsisten.

Tidak hanya menyediakan tempat promosi, Pemkot Metro juga memperkuat akses pemasaran UMKM melalui kerja sama strategis dengan sejumlah swalayan. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PB Swalayan, Chandra Supermarket, Delfan Donat, dan MBC Swalayan untuk mendukung pemasaran produk UMKM lokal agar mampu masuk ke pasar modern.

Baca Juga :  Di Balik Asap Rokok: Ancaman Kesehatan dan Larangan dalam Islam. ​Oleh: Fahrudin Alfandi // Mahasiswa Semester 2 Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Bambang berharap program tersebut dapat menjadi stimulus kebangkitan ekonomi pascapandemi sekaligus memperkuat identitas Kota Metro sebagai kota jasa dan budaya yang religius. “Ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung pembangunan daerah yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kota Metro, AC Yuliwati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Bank Mandiri dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Metro.


Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami ingin menghadirkan wadah yang bukan hanya mendukung pemasaran produk UMKM, tetapi juga membangun interaksi sosial yang sehat dan produktif di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Metro, Lampung — Dalam tiga hari aksi kemanusiaan yang intens, 5–7 Desember 2025, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Metro berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp65.967.400 untuk membantu korban bencana beruntun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi galang dana yang digelar serentak di sejumlah titik strategis Kota Metro ini melibatkan puluhan kader lintas komisariat. Sejak hari pertama, arus dukungan masyarakat begitu deras—mobil, motor, hingga pejalan kaki tampak berhenti memberikan bantuan. Respon cepat masyarakat inilah yang membuat capaian donasi meningkat tajam. Ketua Umum PC PMII Kota Metro, Sahabat M. Luthfi Rafiuddin. A, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas warga. “Alhamdulillah, dalam waktu tiga hari kami berhasil menghimpun lebih dari Rp65,9 juta. Ini bukti nyata bahwa warga Metro memiliki kepedulian tinggi. Kami hanya menjadi perantara, sedangkan kemuliaan sesungguhnya datang dari para dermawan yang tergerak hatinya,” ujarnya. Luthfi menegaskan bahwa PMII tidak hanya berhenti pada pengumpulan dana, tetapi memastikan penyaluran dilakukan secara tepat dan transparan. “Bantuan ini langsung kami salurkan melalui pengurus koordinator cabang PMII Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta perwakilan OKP dan Pemerintah Kota Metro yang akan turun ke lokasi. Kami ingin memastikan amanah ini benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan,” tambahnya. Koordinator Lapangan aksi, Sahabat Ervan, mengungkapkan bahwa para kader bekerja tanpa kenal lelah. “Setiap hari kami turun dari pagi sampai sore. Hujan sempat turun, tetapi semangat teman-teman tidak pernah reda. Kami merasa bertanggung jawab untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah,” ucapnya. Dengan terkumpulnya hampir Rp66 juta, aksi PMII Kota Metro ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memegang peran penting sebagai pelopor solidaritas dan agen sosial di tengah masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan selalu melampaui batas wilayah. (SN)

Dalam kesempatan itu, Pemkot Metro juga menyerahkan Tanda Daftar Merek Kolektif kepada lima KKMP (Koperasi Kelurahan Merah Putih) se-Kota Metro sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap produk lokal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas produk, meningkatkan daya saing, serta mencegah klaim dari pihak lain. Penyerahan merek kolektif itu juga menjadi bukti bahwa koperasi dan UMKM di tingkat kelurahan semakin profesional dalam mengembangkan usahanya.


Sejalan dengan semangat May Day, BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan sosialisasi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja dan pelaku UMKM.

Melalui program Jumat Djajan Metro Bahagia, Pemerintah Kota Metro berharap UMKM lokal semakin berkembang, mandiri, dan mampu menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian daerah. (*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini