nataragung.id – Pemanggilan – “Menaklukkan musuh tanpa bertempur adalah puncak tertinggi seni berperang.” -Sun Tzu-
Tidak semua kemenangan lahir dari denting pedang dan gemuruh peperangan. Ada kemenangan yang justru lahir dari kesabaran, kebijaksanaan, dan kemampuan menaklukkan diri sendiri.
Sebab musuh terbesar manusia sering kali bukan orang lain, melainkan amarah yang bersemayam di dada, ego yang ingin selalu dipuji, dan hawa nafsu yang tak pernah merasa cukup.
Betapa banyak peperangan di dunia dimulai dari hati yang gagal berdamai dengan dirinya sendiri. Lisan yang tajam lebih dahulu melukai daripada senjata. Kesombongan lebih dahulu membakar daripada api.
Maka ketika seseorang mampu memadamkan amarah dengan maaf, membalas kebencian dengan doa, dan menghadapi penghinaan dengan kemuliaan akhlak, sesungguhnya ia sedang memenangkan peperangan tertinggi.
Bukankah Allah berfirman:
﴿وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ﴾
“Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik.” (QS. Fussilat: 34)
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak semua permusuhan harus diselesaikan dengan permusuhan. Ada hati yang luluh bukan karena kekerasan, tetapi karena kelembutan. Ada lawan yang tunduk bukan karena ketakutan, tetapi karena kemuliaan akhlak.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun tidak menaklukkan manusia dengan pedang semata, tetapi dengan kasih sayang, kejujuran, dan keluhuran budi. Beliau dihina, dilempari batu, dicaci, bahkan diperangi, namun tetap mendoakan umatnya dengan cinta.
Itulah kemenangan para nabi dan orang-orang saleh: menang tanpa harus merendahkan, kuat tanpa harus menyakiti, tinggi tanpa harus menginjak.
Karena sejatinya, kemenangan terbesar bukan ketika kita berhasil mengalahkan manusia lain, tetapi ketika kita berhasil mengalahkan kebencian di dalam diri sendiri.
Dan orang yang mampu menebarkan damai di tengah pertikaian, adalah pejuang yang lebih mulia daripada mereka yang hanya pandai menghunus permusuhan. (*/247)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_Pagi

