Taman Kanak-kanak Ar Ridho Mandah Adakan Acara Canggot Begawi Adat Lampung

0

nataragung.id – Mandah – Setelah sukses menggelar acara Canggot Begawi Adat Lampung yang pertama, pada bulan Mei 2024 lalu. Kini untuk kedua kalinya TK Ar Ridho Desa Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan kembali menggelar kegiatan serupa pada Jumat (22/5/2026) di komplek TK setempat. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka menyemarakkan kegiatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026.


Menurut Kepala TK Ar Ridho Diah Anika Fahrani, SPd, MPd., kegiatan canggot begawi adat Lampung diikuti oleh para siswa, dewan guru dan wali murid. “Acara canggot begawi adat Lampung sekaligus merupakan cara praktis untuk memperkenalkan sejak dini tentang budaya adat Lampung kepada anak-anak, agar mereka kelak mencintai adat budaya tersebut,” kata Rani.

Baca Juga :  Banyak Titipan Program Pusat, Dana Desa Semakin Tersesat

Dijelaskannya, meskipun acara canggot atau begawi ini tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi canggot begawi yang sebenarnya, namun minimal anak-anak menjadi faham tata-cara canggot atau begawi. “Anak-anak tahu tentang je-juluk yang melekat pada diri siswa, apa itu tapis, siger, bagaimana cara menari dan lain-lainnya,” katanya.


Suasana begawi yang dilaksanakan oleh TK Ar Ridho ini sangat menghibur, apalagi semuanya dilakukan oleh anak-anak usia dini. Secara berurutan dewan guru yang telah diberi tugas, mulai memanggil satu persatu nama siswa berikut je-juluk mereka. “Anak-anak itu kan memang sudah di berikan juluk (panggilan adat) dari tetua adat di tiyuh mereka masing-masing, jadi kita tidak kesulitan mencari je-juluk mereka,” tambah Rani seraya menjelaskan bahwa hampir seluruh siswa-siswi TK Ar Ridho memang warga pribumi Lampung, sehingga pasti mereka sudah ada juluk.

Baca Juga :  MWC NU Natar Gelar Madrasah Amil serta Bentuk UPZISNU Kecamatan Natar

Saat memanggil nama berikut juluk siswa, dewan guru juga mempergunakan bahasa Lampung, begitu juga tetabuhan yang dilakukan adalah tetabuhan atau musik identik dengan acara canggot (begawi), meskipun tetabuhan itu berasal dari rekaman.

Saat siswa memperagakan tarian dihadapan teman-temannya secara berpasangan, merupakan bagian penting dari acara canggot atau begawi. Karena akhirnya siswa memahami bahwa acara canggot sangat identik dengan tarian, ketika kelak ada acara canggot yang sebenarnya di sesat atau balai adat.

Baca Juga :  Respon Keluhan Warga di Dapilnya, Hendry Gunawan Siap Koordinasi dengan Ketua Komisi III dan DLH


Kemeriahan canggot begawi Adat Lampung di akhiri dengan tari ngi-gel (ngi-gol) yang dilakukan oleh para siswa, dewan guru dan wali murid serta di tutup dengan pangan kibaw atau makan besar dengan sayur kerbau atau sapi di canggot yang sebenarnya. (*/Diah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini