Pemimpin Redaksi Natar Agung Menjadi Khatib Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Al-Istiqomah Desa Mandah

0

nataragung.id – Mandah – Pemimpin Redaksi Natar Agung, H. SyahidanMh, SAg., menjadi khatib shalat Idul Adha 1447 H/2026 M, di Masjid Al-Istiqomah Dusun Mandah Induk, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan pada Rabu 27 Mei 2026.

Dihadapan jama’ah yang memadati masjid dua lantai tersebut, SyahidanMh menyampaikan materi khutbah yang berjudul: Belajar dari Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Dalam khutbahnya ia menyatakan bahwa hari raya Idul Adha tidak dapat dipisahkan dari kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihissalām, seorang nabi yang Allah jadikan imam bagi manusia, teladan dalam iman, tauhid, dan pengorbanan.

Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Islam A Gaffar Ismail Lampung ini, Allah SWT menjadikan Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagai imam bagi ummat manusia termaktub di firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 124 yang artinya : “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa perintah, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.”

Baca Juga :  Ibadah Sambil Wisata Di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa ujian terbesar Nabi Ibrahim adalah perintah menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail ‘alaihissalām. Menurutnya perintah ini bukan sekadar pengorbanan fisik, tetapi pengorbanan rasa, harapan, dan cinta terdalam seorang ayah.

Alumni Fakultas Syari’ah IAIN (UIN) Radin Inten Lampung angkatan 1992 ini menyampaikan bahwa peristiwa kurban itu diabadikan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an surat Aṣ-Ṣāffāt ayat 102 yang artinya: “Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

Baca Juga :  Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi. Oleh : Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar

Pada lanjutan ayat tersebut masih menurut Syahidan, jawaban Ismail sungguh menggetarkan iman: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; In Syaa Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Inilah pelajaran besar Idul Adha yang bisa di petik yaitu: Taat kepada Allah tanpa syarat, Iman yang mendahului logika dan Cinta kepada Allah di atas segalanya.

Tak lupa Syahidan membacakan sebuah hadist Rasulullah shalallahu alaihi wasallam diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang artinya: “Tidak ada amalan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr (Idul Adha) selain menyembelih hewan qurban.”

Baca Juga :  Penerima Manfaat Progam Jum'at Barokah DKM Masjid Nurul Islam Berasal Dari Lintas Kabupaten

Karena itu dari atas mimbar Khutbah, Syahidan menyerukan agar seluruh kaum muslimin khususnya jama’ah Masjid Al-Istiqomah untuk terus memuji Allah dan memohon ampunan Allah, karena ibadah kurban yang dilakukan hari ini bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih kesombongan, kerakusan, dan cinta dunia yang berlebihan.

Pada akhir Khutbah, ia mengajak jama’ah Shalat Idul Adha untuk dapat mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Alaihissalam guna mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia yang fana’ ini. (*/Diah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini