Mutiara Pagi : Yang Terlihat Tidak Selalu Mewakili Yang Dirasa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Apa yang engkau lihat pada saudaramu, belum tentu sama dengan apa yang ia rasakan. Tidak semua luka tampak di mata. Tidak semua kesedihan terucap di bibir. Ada orang yang tetap tersenyum di hadapan manusia, sementara hatinya sedang berjuang menahan beban yang berat. Ada yang terlihat kuat, padahal di balik ketegarannya ia sedang bertarung dengan kegelisahan, kesulitan, dan ujian yang hanya diketahui oleh Allah.

Karena itu, ketika engkau mendapati saudaramu tidak sesuai dengan harapanmu, jangan terburu-buru menilai, apalagi kecewa. Cobalah memahami sebelum menghakimi. Bisa jadi ia sedang menghadapi masalah yang lebih berat daripada yang engkau bayangkan. Mungkin ia sedang memikul kesedihan yang tidak mampu ia ceritakan kepada siapa pun. Mungkin ia sedang berjuang mempertahankan iman, keluarga, kesehatan, atau rezekinya.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Sesederhana Itu Dunia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini mengajarkan agar kita tidak mudah berburuk sangka kepada sesama. Sebab sering kali kita hanya melihat apa yang tampak, sementara hakikat keadaan seseorang tersembunyi dari pandangan kita.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Benci dan Cinta (dapat) Membutakan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:

«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ»

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya, dan tidak meremehkannya.”(HR. Muslim)

Maka jadilah saudara yang memberi ruang untuk memahami, bukan tergesa-gesa menyalahkan. Jadilah hati yang lapang untuk memaklumi, bukan mudah kecewa. Sebab setiap manusia sedang memikul ujiannya masing-masing, dan tidak semua ujian itu terlihat oleh mata.

Barangkali hari ini ia membutuhkan pengertianmu lebih daripada nasihatmu, membutuhkan doamu lebih daripada kritikmu, dan membutuhkan kasih sayangmu lebih daripada penilaianmu.
Jika engkau tidak mampu meringankan bebannya, maka jangan menambah beratnya. Jika engkau tidak mampu menyelesaikan masalahnya, maka doakanlah ia. Sebab boleh jadi suatu saat engkau berada di posisinya, dan berharap ada saudara yang memahami keadaanmu sebagaimana engkau ingin dipahami. (*/268)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (25) : Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Rahmat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini