Mutiara Pagi: Menanam Kebahagiaan, Menuai Kebaikan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dalam kehidupan ini, setiap kebaikan yang kita lakukan tidak pernah benar-benar hilang. Senyum yang kita berikan, bantuan yang kita ulurkan, perhatian yang kita tunjukkan, dan kebahagiaan yang kita tanam di hati orang lain akan kembali kepada kita dengan cara yang mungkin tidak pernah kita duga.

Allah Subḥanahu wata’ala telah menetapkan sunnatullah bahwa setiap amal akan berbuah sesuai dengan apa yang ditanam. Barang siapa menanam kebaikan, ia akan menuai kebaikan. Sebaliknya, siapa yang menanam keburukan, maka keburukan pula yang akan kembali kepadanya.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

«مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ»

“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa membawa perbuatan buruk, maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan keburukannya, sedang mereka sedikit pun tidak dizalimi.” (QS. Al-An’am: 160)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Hikmah Perubahan dalam Perjalanan Hidup. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dalam ayat lain, Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

«هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ»

“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman: 60)

Ayat ini mengajarkan bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Bisa jadi hari ini kita menghibur hati seseorang yang sedang terluka, membantu orang yang sedang kesulitan, atau meringankan beban mereka dengan kata-kata yang menenangkan. Mungkin kita melupakannya, tetapi Allah tidak pernah melupakannya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ»

“Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahan darinya pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2699)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Pertengahan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dalam hadis yang lain, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ»

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Ketika kita menanamkan kebahagiaan di hati seseorang, sejatinya kita sedang menanam benih-benih kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Mungkin balasannya tidak datang dari orang yang sama, tetapi Allah akan mengirimkannya melalui jalan yang tidak pernah kita sangka.

Hari ini kita menguatkan orang lain, esok hari Allah menghadirkan seseorang yang menguatkan kita. Hari ini kita meringankan beban orang lain, esok hari Allah meringankan beban kita. Hari ini kita membahagiakan orang lain, esok hari Allah menghadirkan kebahagiaan untuk kita.

Karena itu, jangan pernah lelah berbuat baik. Jangan menunggu kaya untuk berbagi, jangan menunggu lapang untuk membantu, dan jangan menunggu bahagia untuk membahagiakan orang lain.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Tak Pernah Habis Ampunan-Nya: Harapan di Balik Kata ﴿غَفَّارٌ﴾ Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ingatlah, apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita petik pada hari esok.

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menjadikan kita hamba-hamba yang gemar menebar manfaat, menanam kebaikan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ مِغْلَاقًا لِلشَّرِّ

“Ya Allah, jadikanlah kami pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan.” آمين.
(*/277)
WaAllahu A’lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini