nataragung.id – Pemanggilan – Ada sebuah ungkapan yang berbunyi sebagai berikut :
دوام الحال من المحال
Keadaan yang terus-menerus tetap pada satu kondisi adalah sesuatu yang mustahil.
Ungkapan singkat ini memuat hikmah besar tentang sunnatullah dalam kehidupan. Tidak ada satu keadaan pun yang kekal; kebahagiaan dan kesedihan silih berganti, kelapangan dan kesempitan datang bergiliran.
Dunia berjalan dengan hukum perubahan, dan manusia hidup di dalam arus waktu yang terus bergerak.
Bagi hati yang sedang diliputi kesulitan, kalimat ini menjadi penghibur yang menenangkan. Ia mengajarkan bahwa penderitaan tidak akan berlangsung selamanya, dan setelah malam yang gelap akan datang fajar yang terang. Selama masih ada iman dan kesabaran, selalu ada harapan yang menunggu.
Sebaliknya, bagi mereka yang tengah berada di puncak kekuatan, kekayaan, atau kedudukan, ungkapan ini adalah peringatan agar tidak sombong dan melampaui batas.
Kejayaan hari ini bisa berubah menjadi ujian esok hari. Maka kerendahan hati dan rasa syukur adalah sikap yang paling layak ketika berada dalam kelapangan.
Waktu berputar seperti roda, tidak pernah berhenti pada satu titik. Siapa yang memahami hakikat ini akan lebih tenang saat diuji dan lebih bijak saat diberi.
Karena pada akhirnya, yang patut digantungkan selamanya hanyalah harapan kepada Allah, Dzat yang tidak pernah berubah, sementara segala selain-Nya pasti mengalami perubahan.<>
(KIS/165).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

