nataragung.id – Natar – Dunia ini memang gemerlap, tapi jangan biarkan kilau semu itu membuatmu buta pada cahaya abadi Al-Qur’an.
Jangan sampai langkahmu sibuk mengejar rezeki, sementara hatimu lapar dari ayat-ayat Ilahi.
Sebab Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, ia adalah pelita yang menuntun jiwa, penawar bagi luka, dan rahmat bagi kehidupan.
Bayangkan, betapa pedihnya kelak ketika Rasulullah saw mengadu di hadapan Rabbnya:
{ وَقَالَ ٱلرَّسُولُ یَـٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِی ٱتَّخَذُوا۟ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورࣰا }
“Ya Rabb, kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.” [Surat Al-Furqan: 30]
Apakah engkau rela termasuk di dalamnya?
Maka rengkuhlah Al-Qur’an dengan cinta. Bacalah dengan hati yang rindu, pelajarilah dengan jiwa yang haus akan hidayah.
Karena siapa yang hidup bersama Al-Qur’an, maka hidupnya takkan pernah gelap; siapa yang berpegang padanya, maka langkahnya takkan pernah sia-sia.
Al-Qur’an adalah sahabat setia, yang menemani di dunia, menerangi kubur, dan menjadi penolong di hari yang tiada lagi pertolongan selain pertolongan Allah. (46).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

