Sambut Tahun Baru Islam Pengurus NU Sidowaluyo, Sidomulyo Adakan Berbagai Kegiatan Sosial

0

nataragung.id – Sidomulyo – Menyambut fajar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, kembali meneguhkan komitmen khidmahnya kepada umat. Momentum sakral hijrahnya Rasulullah ini diperingati melalui aksi sosial yang menyentuh akar rumput, berupa khitanan massal, pelayanan kesehatan gratis, serta puncaknya Pengajian Akbar Triwulan Muslimat dan Fatayat NU, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sidowaluyo ini merefleksikan kekuatan sinergi struktural dan kultural Nahdliyin. Jika beberapa tahun lalu agenda Muharram bertumpu langsung pada pengurus harian NU, kini pembagian peran (distribusi khidmah) telah berjalan matang ke badan otonom (Banom). Gerakan Pemuda (GP) Ansor menakhodai pelaksanaan khitanan massal, sementara Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU mengomandoi pelayanan kesehatan gratis.


Sejak pagi, suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti lokasi kegiatan. Sebanyak 17 anak dari Desa Sidowaluyo dan beberapa desa penyangga di sekitarnya tampak antusias mengikuti khitanan massal. Guna memberikan kebahagiaan dan apresiasi atas keberanian mereka, panitia membekali setiap peserta dengan bingkisan lengkap berupa sarung, baju koko, peci, serta uang saku santunan.

Baca Juga :  Lampung Selatan Bangun Identitas Baru, City Branding Jadi Jalan Menembus Persaingan Global

Ketua PRNU Sidowaluyo, Ustadz Nasihin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya agenda rutin tahunan ini. Menurutnya, kesinambungan acara ini adalah bukti nyata dari gotong royong warga Nahdliyin di tingkat basis.

“Alhamdulillah, tahun ini kita masih dapat melaksanakan kegiatan rutin ini. Ini semua berkat kontribusi dari semua pihak, seluruh banom, dan elemen masyarakat yang saling bahu-membahu,” tutur Ustadz Nasihin di sela-sela peninjauan acara.

Dengan jarak yang tidak jauh dari posko khitanan, antrean warga sudah memadati posko Pelayanan Kesehatan Gratis yang dikelola oleh PR Fatayat NU. Dengan target menjangkau 250 warga, layanan pemeriksaan umum ini diserbu oleh masyarakat, mulai dari lansia hingga anak-anak.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Way Sulan, Wabup Syafiul: Jalan Baru Dijaga, Bantuan Harus Tepat Sasaran

Menariknya, seluruh tim medis yang diterjunkan merupakan para kader NU sendiri yang berprofesi di bidang kesehatan. Kedekatan lokasi antara tempat khitanan dan posko pengobatan umum memudahkan tim medis untuk saling memonitor, mendampingi, dan memastikan seluruh proses berjalan dengan standar klinis yang aman.

Sinergi yang solid ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Desa Sidowaluyo, H. Haroni. Sambil mengunjungi satu per satu titik lokasi kegiatan mulai dari ruang khitan hingga meja pelayanan kesehatan Haroni menegaskan komitmen pemerintah desa untuk selalu mendukung penuh gerakan-gerakan sosial keagamaan yang digagas oleh NU.

“Tentunya kegiatan seperti ini sangat baik untuk masyarakat dan kemajuan Desa Sidowaluyo. Kami dari pemerintah desa sangat mendukung penuh semua kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi kemaslahatan umat,” ujar H. Haroni.


Rangkaian aksi sosial ini kemudian bermuara pada pelaksanaan Pengajian Akbar Triwulan Muslimat dan Fatayat NU Desa Sidowaluyo. Agenda triwulanan ini tidak hanya berfungsi sebagai majelis ilmu, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi organisasi yang vital untuk menyelaraskan program-program keumatan di tingkat ranting ke depan.

Baca Juga :  Kasmani, ST., M. Si. Anggota DPRD Lampung Selatan, Dukung Kepemimpinan Baru di Lampung dan Mendorong Kemajuan Daerah

Suasana religius semakin kental dengan hadirnya jemaah yang memadati lokasi utama pengajian untuk mendengarkan tausiyah dari Gus Fuad Hasyim, pengasuh Pondok Pesantren Darun Najah, Jati Agung. Kehadiran ribuan jemaah ini menegaskan bahwa spirit “Ora Wedi Sopo-Sopo Kejobo Seng Kuoso” (Tidak Takut Kepada Siapa pun Kecuali Yang Maha Kuasa) serta tekad GP Ansor dalam “Merawat Jagat Membangun Peradaban” telah mendarat dengan baik, mewujud menjadi gerakan sosial-keagamaan yang nyata dan mandiri di tingkat desa. (edi’s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini