Khutbah Jum’at: Pertolongan Allah Datang di Saat yang Paling Tepat. Oleh: Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Setiap manusia pasti pernah berada pada titik terberat dalam hidupnya. Ada yang diuji dengan sakit, kehilangan orang yang dicintai, kesempitan rezeki, fitnah, kegagalan, atau tekanan hidup yang seakan tidak berujung.

Pada saat seperti itu, setan membisikkan keputusasaan. Namun seorang mukmin memiliki cahaya yang tidak dimiliki oleh orang lain, yaitu keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang. Khutbah hari ini kita akan membahas sebuah judul: “Pertolongan Allah Datang di Saat yang Paling Tepat.”

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْـحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

Innal-ḥamda lillāh, naḥmaduhū wa nasta‘īnuhū wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā, man yahdihillāhu falā muḍilla lah, wa man yuḍlil falā hādiya lah.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.

اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā nabiyyinā Muḥammad, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Yā ayyuhalladzīna āmanū ittaqullāha ḥaqqa tuqātih, wa lā tamūtunna illā wa antum muslimun

Amma ba’du.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥanahu wata’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik menuju kehidupan yang kekal.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setiap manusia pasti pernah berada pada titik terberat dalam hidupnya. Ada yang diuji dengan sakit, kehilangan orang yang dicintai, kesempitan rezeki, fitnah, kegagalan, atau tekanan hidup yang seakan tidak berujung.

Pada saat seperti itu, setan membisikkan keputusasaan. Namun seorang mukmin memiliki cahaya yang tidak dimiliki oleh orang lain, yaitu keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at Bahasa Lappung: Mak Ngedok Sai Mustahil Guway Allah. Oleh: Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

﴿حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَن نَّشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ﴾

Ḥattā iżastai’asar-rusulu wa ẓannū annahum qad kużibū jā”ahum naṣrunā fanujjiya man nasyā’, wa lā yuraddu ba”sunā ‘anil-qaumil mujrimīn.

“Hingga apabila para rasul telah berputus harapan dan mereka meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah pertolongan Kami kepada mereka. Lalu diselamatkanlah siapa yang Kami kehendaki. Dan azab Kami tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa.” (QS. Yusuf: 110)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ayat ini menunjukkan bahwa bahkan para rasul pun mengalami ujian yang sangat berat. Mereka berdakwah bertahun-tahun, dicaci, ditolak, bahkan diusir. Namun mereka tidak berhenti berharap kepada Allah.

Ketika semua sebab seolah tertutup, ketika pertolongan manusia tidak ada lagi, justru saat itulah pertolongan Allah turun. Allah mengajarkan bahwa pertolongan-Nya bukan terlambat, tetapi datang pada waktu yang paling tepat menurut hikmah-Nya.

Karena itu, jangan pernah putus asa. Selama kita masih bersujud kepada Allah, pintu pertolongan-Nya belum pernah tertutup.

Allah juga berfirman:

﴿فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا﴾

Fa inna ma’al-‘usri yusrā. Inna ma’al-‘usri yusrā.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)

Perhatikan, Allah tidak mengatakan “setelah kesulitan ada kemudahan”, tetapi “bersama kesulitan ada kemudahan”. Artinya, rahmat Allah telah menyertai setiap ujian yang kita alami.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Wa’lam anna an-naṣra ma’aṣ-ṣabr, wa anna al-faraja ma’al-karb, wa anna ma’al-‘usri yusrā.

“Ketahuilah, pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Ahmad)

Hadis ini mengajarkan bahwa kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berikhtiar sambil menyerahkan hasil kepada Allah.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at : Bagaimana Setelah Ramadhan - Antara Istiqamah dan Kemunduran. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka siapa pun yang hari ini sedang diuji, jangan berhenti berdoa. Siapa yang sedang sempit rezekinya, jangan berhenti berusaha. Siapa yang sedang sakit, jangan berhenti berharap kepada Allah. Karena boleh jadi, pertolongan-Nya sudah sangat dekat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Sekali lagi, marilah kita memperkuat keyakinan kepada Allah. Jangan biarkan hati kita dikuasai putus asa. Apa pun yang sedang kita hadapi, yakinlah bahwa Allah lebih mengetahui kebutuhan kita daripada diri kita sendiri.

Perbanyaklah istighfar, doa, sedekah, dan sabar. Semua itu adalah sebab datangnya rahmat dan pertolongan Allah.

Allah berfirman:

﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ﴾

Wa may yattaqillāha yaj’al lahū makhrajā. Wa yarzuqhu min ḥaiṡu lā yaḥtasib.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang sabar, yang selalu berbaik sangka kepada-Nya, dan yang memperoleh pertolongan-Nya di dunia serta keselamatan di akhirat.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Alhamdu lillāhi ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh, kamā yuḥibbu rabbunā wa yardhā. Asyhadu an lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh. Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā nabiyyinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا زَادُ الْمُتَّقِينَ، وَنُورُ السَّالِكِينَ، وَوَصِيَّةُ رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Uuṣīkum ‘ibādallāh wa nafsī bitaqwāllāh, fa innahā zādal-muttaqīn, wa nūrus-sālikīn, wa waṣiyyatu rasūli rabbil-‘ālamīn. Fattaqullāha ḥaqqa tuqātih, wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at Bahasa Lappung : Zakat Fitrah Ghik Pengaruhni di Kehidupan Sosial. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَرْزَاقِنَا، وَارْفَعِ الْبَلَاءَ عَنَّا وَعَنْ بِلَادِنَا.

Allāhumma ighfir lil-mu’minīna wal-mu’mināt, wal-muslimīna wal-muslimāt, al-aḥyā’i minhum wal-amwāt. Allāhumma ṭahhir qulūbanā, wa aṣliḥ aḥwālanā, wa bārik lanā fī a‘mārinā wa arzāqinā, wa rfa‘il-balā’a ‘annā wa ‘an bilādinā.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَارْزُقْنَا صِدْقَ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ، وَحُسْنَ الظَّنِّ بِكَ، وَلُزُومَ طَاعَتِكَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ. يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَيَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ.

Allāhumma ij‘alnā min ‘ibādikas-ṣāliḥīn, warzuqnā ṣidqat-tawakkuli ‘alaik, wa ḥusnaẓ-ẓanni bik, wa luzūma ṭā‘atika fis-sirri wal-‘alan. Yā muqallibal-qulūb tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik, wa yā muṣarrifal-qulūb ṣarrif qulūbanā ilā ṭā‘atik.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُ الدِّينِ وَالدُّنْيَا، وَاجْعَلْهُمْ رُحَمَاءَ بِالرَّعِيَّةِ، قُوَّامًا بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ.

Allāhumma aṣliḥ wulāta umūrinā, wa waffiqhum limā fīhi ṣalāḥud-dīn wad-dunyā, waj‘alhum ruḥamā’a bir-ra‘iyyah, quwwāman bil-ḥaqqi wal-‘adl.

اَللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Allāhumma ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirah ḥasanah, wa qinā ‘adzāban-nār.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

‘Ibādallāh, innallāha ya’muru bil-‘adli wal-iḥsān wa ītā’i dhil-qurbā, wa yanhā ‘anil-faḥsyā’i wal-munkari wal-baghy. Ya‘iẓukum la‘allakum tadhakkarūn. Fa dzkurullāha yadzkurkum, wasykurūhu ‘alā ni‘amihi yazidkum, wa ladzikrullāhi akbar, wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn.

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini