Mutiara Pagi: Datanglah ke Masjid sebagai Jamaah, Sebelum Datang sebagai Jenazah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ada langkah yang masih mampu memilih ke mana ia akan menuju. Ada kaki yang masih kuat melangkah, ada hati yang masih diberi kesempatan untuk bergetar mendengar panggilan azan.
Selama nikmat itu masih ada, jangan biarkan ia habis hanya untuk mengejar dunia yang tak pernah selesai.
Datanglah ke masjid sebagai jamaah, sebelum suatu hari engkau datang sebagai jenazah yang dipikul di atas bahu saudara-saudaramu.
Betapa jauh perbedaan antara dua kedatangan itu.
Hari ini engkau datang dengan kedua kakimu sendiri. Engkau masih dapat berwudhu, meluruskan saf, mengangkat kedua tangan bertakbir, lalu bersujud dengan penuh kerendahan di hadapan Rabb semesta alam.
Malaikat mencatat setiap langkahmu sebagai penghapus dosa dan pengangkat derajat.
Namun kelak, akan tiba hari ketika engkau kembali ke masjid tanpa mampu lagi melangkah.
Tubuhmu terbujur kaku, dipikul oleh orang-orang yang dahulu mungkin pernah kau jumpai di jalan menuju masjid.
Saat itu engkau tidak lagi mendengar azan, tidak lagi mampu mengucapkan takbir, tidak lagi dapat menambah satu rakaat pun sebagai bekal perjalananmu.
Hari itu, shalat telah selesai bagimu. Yang tersisa hanyalah shalat atasmu.
Alangkah ruginya seseorang yang berkali-kali mendengar azan, tetapi selalu menundanya. Betapa menyedihkannya hati yang begitu ringan menuju pasar, kantor, kebun, atau tempat hiburan, namun terasa berat melangkah menuju rumah Allah.
Padahal masjid bukan hanya bangunan yang berdinding bata dan beratap kubah. Ia adalah pelabuhan bagi jiwa yang letih, taman bagi hati yang gersang, dan pintu yang menghubungkan bumi dengan langit. Di sanalah air mata taubat lebih berharga daripada mutiara, dan satu sujud lebih bernilai daripada seluruh kenikmatan dunia.
Allah Ta’ala berfirman:
«إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”
(QS. At-Taubah: 18).»
Maka jangan menunggu usia senja untuk menjadi tamu Allah. Jangan menunggu rambut memutih untuk memenuhi saf-saf shalat. Dan jangan menunggu tubuh terbujur kaku untuk kembali ke masjid.
Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui, apakah azan yang sedang berkumandang hari ini adalah azan terakhir yang masih dapat ia jawab.
Datanglah ke masjid sebagai jamaah, sebelum engkau datang sebagai jenazah. Sebab orang yang paling berbahagia bukanlah yang paling lama hidup, tetapi yang menggunakan sisa umurnya untuk memperbanyak langkah menuju rumah Allah.
Ketika akhirnya ia dipanggil pulang, ia telah lebih dahulu mengenal jalan menuju masjid, sehingga mudah baginya menemukan jalan menuju Rabb yang memiliki masjid itu. (*/307).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (8) : Sabar dalam Puasa, Sabar dalam Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini