nataragung.id – Natar – Tidak semua yang kita harap akan selalu tercapai,
Tidak semua kebaikan dapat kita gapai sempurna Namun wahai jiwa, janganlah menyerah hanya karena tak bisa menyempurna.
Jika tak mampu menjadi malam penuh bintang, Jadilah lentera kecil yang menuntun di jalan gelap kehidupan.
Jika belum sanggup shalat malam setiap malam, Jangan tinggalkan dua rakaat di penghujung malam.
Bila belum bisa menahan lidah sepanjang waktu, Setidaknya tahan ia dari menyakiti sesama. Jika belum mampu memberi seluruh harta di jalan Allah, Maka jangan enggan bersedekah meski hanya dengan senyuman.
Jangan menunggu untuk menjadi sempurna baru memulai, Karena langkah pertama, meski goyah, tetap lebih baik dari diam tak bergerak. Jangan tunggu semua bersih baru mendekat pada-Nya, Karena seringkali, justru dengan mendekat, jiwa akan dibersihkan.
مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ جُلُّهُ
“Apa yang tidak bisa diraih seluruhnya, janganlah ditinggalkan seluruhnya.”
Agama ini luas, penuh rahmat, tidak membebani di luar batas. Maka raihlah yang mampu kau jangkau, Lakukan yang bisa kau lakukan. Karena kebaikan sekecil apa pun, Tetap berarti di hadapan Tuhan Yang Maha Melihat.
Wahai hamba yang lemah. Jangan tinggalkan jalan kebaikan hanya karena tak bisa menempuhnya dengan sempurna. Karena Tuhanmu melihat niatmu sebelum amalmu, Dan menghitung usahamu sebelum hasilmu. (26)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

