MUTIARA PAGI : Benci dan Cinta (dapat) Membutakan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Tatkala cinta bersemayam di dada, kekurangan pun tampak indah.

Mata yang dipenuhi ridha tak sibuk mengorek cela, ia justru pandai melihat keindahan di balik kekurangan.

Ia memaklumi luka, memaafkan khilaf, dan memeluk retakan seakan itu seni dari ketulusan.

Namun bila benci yang memeluk hati, semua tampak salah, semua terasa kurang, dan sekecil debu pun akan tampak seperti gunung dosa yang tak terampuni.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK : Al-Qur’an - Cahaya Ramadhan, Cahaya Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Benci membuat hati tajam, dan mata menjadi pisau. Ia menguliti aib, mengulangi cela, dan tak lelah mencari retakan yang mungkin tak ada.

Demikian ujar imam Syafi’i dalam syairnya

وَعَينُ الرِضا عَن كُلِّ عَيبٍ كَليلَةٌ

“Mata keridhaan tertutup dari melihat cela,”

وَلَكِنَّ عَينَ السُخطِ تُبدي المَساوِيا

“Namun mata kebencian menampakkan semua keburukan.”

So, berhati-hatilah dengan lensa hatimu, karena ia menentukan cara kau menatap dunia.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Dzikir - Sumber Keteguhan di Tengah Badai. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Apakah dengan kasih yang memaafkan atau dengan murka yang menghakimi. (33).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini