Memahami Islam Kontemporer. Oleh : Gunawan Handoko *)

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Banyak yang belum paham tentang konsep Islam kontemporer, sehingga sering salah dalam menafsirkannya. Sebutan Islam kontemporer merujuk pada intepretasi dan praktik Islam yang relevan dengan konteks di zaman modern. Dalam bahasa sederhana, kontemporer artinya ‘sesuai dengan zaman sekarang’ atau ‘modern’. Islam kontemporer tidak berarti meninggalkan nilai-nilai dasar atau ajaran agama yang murni, melainkan memperbaharui dan mengembangkan pemahaman tentang agama Islam agar relevan dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

Islam kontemporer sebagai upaya untuk menafsirkan kembali ajaran Islam agar relevan dengan konteks modern, menerapkan nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya untuk memahami ajaran Islam secara kontekstual, meliputi sosial, politik dan ekonomi yang terus berubah dari waktu ke waktu. Selain itu untuk mengembangkan pemikiran Islam yang progresif dan inovatif untuk memecahkan berbagai masalah kontemporer. Maka memberi edukasi dan pemahaman tentang Islam kontemporer sangat penting, untuk membantu masyarakat menghindari kesalahpahaman tentang ajaran Islam dan mengurangi stereotip negatif.

Disebut penting, karena masih ada kelompok eksklusif yang memiliki pandangan atau sikap yang membatasi diri dari orang atau kelompok lain, yang didasari pada keyakinan bahwa mereka memiliki kebenaran atau kebaikan yang absolut. Kelompok inklusif sering membatasi dalam berinteraksi dengan orang atau kelompok lain yang dianggap tidak sesuai dengan keyakinan atau nilai-nilai mereka, dan seringkali menolak pandangan lain yang berbeda. Kelompok eksklusif ini dapat ditemukan dalam berbagai konteks, termasuk agama, politik atau sosial.

Sesungguhnya Islam kontemporer dapat menjadi sarana untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Muslim. Tanpa disadari, secara perlahan tapi pasti bahwa Islam kontemporer telah terjadi seiring dengan perkembangan zaman. Ambil saja contoh, adanya hukum pernikahan online dan kawin kontrak (nikah mut’ah), walau sampai saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.
Lalu, penggunaan teknologi reproduksi berbantu, seperti inseminasi buatan dan bayi tabung.

Baca Juga :  Fenomena Pragmatisme. Oleh : M.Habib Purnomo *)

Di bidang ekonomi dan keuangan, ada transaksi digital dan penggunaan mata uang kripto, yakni jenis mata uang digital yang menggunakan kriptografi yang tidak memiliki bentuk fisik dan tidak diterbitkan oleh bank sentral atau pemerintah manapun, dan perlu di nilai sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Juga di bidang kesehatan dan medis, ada transplantasi dan donor organ tubuh yang masih menjadi perdebatan, walau praktiknya sudah berjalan sejak puluhan tahun silam. Termasuk penggunaan alat kontrasepsi dan program keluarga berencana.

Di bidang teknologi dan informasi, meliputi penggunaan teknologi informasi dalam penyebaran agama dan komunikasi keagamaan, termasuk hukum penggunaan hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Dan masih banyak contoh lain terkait Islam kontemporer, seperti peran wanita dalam masyarakat dan kepemimpinan wanita.

Isu-isu kontemporer juga merambah dalam pendidikan Islam dan menjadi tantangan dalam mengembangkan kurikulum yang relevan. Di masa lalu kita mengenal istilah Islam tradisionalis, dimana pendekatan yang dilakukan lebih konservatif dan mempertahankan tradisi serta interpretasi ajaran Islam yang telah ada sebelumnya. Juga Islam fundamentalis, dimana pendekatannya menekankan pada penerapan ajaran agama secara literal dan menolak pengaruh modernitas atau perubahan sosial. Termasuk Islam tekstualis yang pendekatannya lebih fokus pada teks-teks agama dan menolak interpretasi atau penafsiran yang lebih luas.

Disadari bahwa Islam tradisional dan fundamentalis dapat menghambat perkembangan Islam kontemporer, karena dianggap kaku dan tidak fleksibel terhadap perubahan, sehingga membuat Islam sulit untuk beradaptasi dengan kebutuhan jaman modern. Islam kontemporer berusaha untuk menjawab tantangan ini melalui pendekatan yang inklusif dengan melakukan interpretasi kontekstual terhadap ajaran Islam agar lebih relevan.

Menyadari hal ini, banyak takmir masjid yang melakukan reformasi terhadap manajemen dakwahnya untuk menyesuaikan dengan tuntutan Islam kontemporer, dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dakwah, seperti media sosial, video dan aplikasi keagamaan yang lain.

Kegiatan dakwah pun dikembangkan lebih beragam, seperti kajian, seminar dan aneka kegiatan sosial dengan melibatkan partisipasi masyarakat, tidak terbatas pada jama’ah masjid. Kegiatan ini sekaligus untuk membuka dinding penyekat yang selama ini di nilai telah membatasi interaksi antara kelompok jama’ah dan masyarakat secara umum.

Baca Juga :  Jangan Kritik Bunda, Percuma. Catatan lepas : Gunawan Handoko *)

Melalui gerakan reformasi ini diharapkan dapat meyakinkan masyarakat bahwa lembaga masjid merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, masing-masing saling mendukung dan saling menguatkan.

Harus diakui, salah satu faktor penyebab sepinya masjid dari jama’ah akibat manajemen yang diterapkan tidak mengikuti konsep Islam kontemporer, tidak inovatif, monoton dan tidak menarik. Masjid hanya fokus pada kegiatan ibadah saja sehingga membuat masyarakat Muslim merasa tidak terlayani secara menyeluruh.

Sebaliknya, dengan diterapkannya konsep Islam kontemporer, masjid menjadi makmur karena dianggap lebih responsif terhadap kebutuhan jama’ah dan mendorong partisipasi serta kepedulian masyarakat terhadap kegiatan masjid.

Islam kontemporer dapat membantu dalam menghadapi berbagai tantangan baru yang muncul di zaman modern ini, seperti isu-isu sosial, ekonomi dan teknologi. Yang wajib untuk diingat, bahwa penerapan Islam kontemporer harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar ajaran Islam dan tidak menghilangkan nilai-nilai yang telah ada.

Sudah saatnya umat Muslim untuk meninggalkan pandangan konservatif yang menolak perubahan dan inovasi dalam ajaran Islam. Konsep Islam kontemporer bukan merupakan ancaman terhadap kemurnian ajaran Islam. Kita tidak perlu mempertahankan tradisi dan kebiasaan yang telah berjalan selama puluhan tahun, dan menolak perubahan yang dianggap tidak sesuai dengan tradisi. Itulah pentingnya untuk dilakukan dialog dan edukasi untuk menanamkan pemahaman tentang Islam kontemporer guna mengurangi dan menghilangkan kesalahpahaman. Kegiatan dialog dan edukasi dapat dilakukan melalui kajian rutin dengan menampilkan bentuk pembelajaran yang berbeda, salah satunya dengan menggunakan peralatan seperti LCD projector dan peralatan lainnya.

Selain untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas kegiatan keagamaan, penggunaan LCD projector dapat membantu meningkatkan minat dan perhatian jama’ah dalam mengikuti kajian, selain memudahkan ustadz atau kyai dalam menyampaikan materi. Ini menjadi salah satu contoh penerapan Islam kontemporer yang positif dan efektif serta mudah dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Ksatria Hanya Tinggal Cerita Wayang. Oleh : Gunawan Handoko *)

Jujur harus diakui, di era sekarang ini kajian yang diselenggarakan secara tradisional kurang diminati. Masyarakat lebih memilih mengaji melalui media online seperti You Tube, podcast atau aplikasi keagamaan lainnya, yang dapat di akses kapan saja dan dimana saja melalui perangkat mobile atau komputer. Media online menawarkan berbagai jenis konten keagamaan, mulai dari kajian, ceramah hingga diskusi yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan.
Masyarakat juga dapat mengakses kajian dari ustadz atau kyai yang terkenal dan berkualitas tanpa harus terbatas pada lokasi geografis.

Berbeda dengan jaman dulu, masyarakat akan berbondong-bondong menghadiri acara kajian apabila ustadz atau kyai yang tampil merupakan sosok yang kondang, memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama, gaya penampilannya menarik, dan mampu membuat jama’ah tertawa terbahak-bahak karena lucu. Jaman sudah berubah, dan menjadi tugas bagi para penyeru agama untuk melakukan perubahan dalam dakwahnya. Perlu memberikan edukasi tentang Islam kontemporer secara efektif disertai dengan contoh-contoh yang konkret agar dapat membantu masyarakat memahami konsep Islam kontemporer secara benar.

Hal yang perlu diingat, dalam memberikan contoh hendaknya dilakukan dengan cara yang objektif, akurat dan tidak mempromosikan kekerasan yang melanda umat manusia. Jangan sampai contoh yang dipaparkan justru akan menumbuhkan rasa kebencian dan dendam. Karena Islam kontemporer lebih menekankan pentingnya keadilan, empati dan rasa kemanusiaan dalam menyikapi isu-isu kompleks yang terjadi di belahan dunia sekarang ini.
Islam kontemporer bukan tentang mengubah ajaran, tapi tentang memahami dan menerapkannya dalam konteks zaman modern secara bijak dan inklusif. Wallahualam bissawab. (*)

*) Penulis adalah : Jama’ah masjid Al-Mu’awwanah Gedong Meneng Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini