nataragung.id Lampung Selatan – Poltracking Indonesia baru saja merilis hasil survei elektabilitas terbaru terkait pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan. Berdasarkan simulasi surat suara, pasangan Radityo Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar (Egi-Syaiful) saat ini unggul dengan tingkat elektabilitas 51,1%, sedangkan pesaing mereka, Nanang Ermanto dan Antoni Imam (Nanang-Antoni), memperoleh 43,8%. Sebanyak 5,1% responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Data menunjukkan perubahan tren elektabilitas kedua pasangan calon dari September hingga Oktober 2024. Pada bulan September, Egi-Syaiful memiliki elektabilitas 48,2%, sementara Nanang-Antoni berada di angka 45,3%. Hal ini menunjukkan bahwa Egi-Syaiful mengalami peningkatan sebesar 2,9% hingga Oktober, sementara Nanang-Antoni justru mengalami penurunan sebesar 1,5%.
Penurunan dan kenaikan elektabilitas ini mengindikasikan adanya perubahan preferensi di kalangan pemilih, yang kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kampanye, debat publik, atau isu-isu lokal yang memengaruhi persepsi publik terhadap para kandidat.

Survei ini dilakukan oleh Poltracking Indonesia dengan menggunakan metode sampling acak bertingkat (multistage random sampling). Jumlah responden yang diambil adalah representatif terhadap populasi pemilih di Kabupaten Lampung Selatan. Margin of error survei ini berkisar pada ±2,5% dengan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.
Hasil survei ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube pada hari Selasa, 15 Oktober 2024 pukul 13.00. Penyampaian langsung dilakukan oleh Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yudha. Tayangan tersebut dapat diakses melalui tautan berikut: [https://www.youtube.com/live/FTUwp8zSJqI?si=t57sx-NU41UlNN8Q](https://www.youtube.com/live/FTUwp8zSJqI?si=t57sx-NU41UlNN8Q).
Dengan hasil ini, Egi-Syaiful menunjukkan posisi yang lebih kuat dalam perebutan kursi kepemimpinan di Lampung Selatan. Namun, selisih elektabilitas yang relatif tipis menunjukkan bahwa dinamika Pilkada masih dapat berubah seiring berlangsungnya kampanye hingga hari pemungutan suara. (wapp)

