nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Karena keawaman Prabowo di bidang geopolitik global (Prabowo ahli di bidang militer), maka ketika menjadi Menhan di era Presiden Joko Widodo 2019-2024, saat di forum diskusi Internasional di Singapura, di hadapan utusan Ukraina Menhan Prabowo usulkan supaya negara Ukraina di bagi dua
(dengan referendum) satu wilayah di gabungkan ke Rusia dan wilayah yang lain tetap bagian dari negara Ukraina sekarang.
Usul Menhan Prabowo ini serta-merta di tolak utusan Ukraina, dan utusan Ukraina menuduh bahwa usulan itu lebih mencerminkan kepentingan Rusia bukan sikap Indonesia.
Dan beberapa hari ini, Presiden Prabowo (entah karena apa) membuat gagasan blunder yaitu usulkan evakuasi penduduk Gaza ke Indonesia yang mirip dengan kepentingan Israel, yang memang ingin menyapu bersih penduduk kota Gaza sebagai strategi menguasai Palestina secara keseluruhan.
Sebagaimana isi Pembukaan UUD’45, seluruh Presiden Indonesia sejak pendiri bangsa Soekarno, telah mengerahkan segenap kekuatannya untuk membantu kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel yang di dukung Amerika Serikat.
Gagasan Prabowo itu didasarkan karena keinginan membantu anak-anak di Gaza bisa terbebas dari persoalan yang dihadapi. Namun rencana membawa seribuan anak-anak maupun perempuan Gaza ke Tanah Air perlu dikaji.
Seharusnya fokus Pemerintah Indonesia memberi dukungan dan bantuan tenaga medis, pangan, hingga pendidikan ke Palestina. Dukungan terbaik itu untuk memastikan bahwa penduduk Gaza tetap dapat hidup, belajar, tumbuh dengan damai di tanah air sendiri.
Belajar dari peristiwa pendudukan Afghanistan oleh Amerika dkk beberapa tahun yang lalu, yang di butuhkan Palestina sekarang ini yaitu angkat kakinya pasukan-pasukan asing (Israel, Amerika dkk) dari Palestina dan memberi kebebasan, kemerdekaan Palestina untuk mengurus dirinya sendiri, bukan justru usulkan angkat kaki/evakuasi penduduk Palestina (Gaza) ke Indonesia. ***
*) Penulis adalah Aktifis NU Lampung, tinggal di Bandar Lampung.

