Bulan: Juli 2025

  • Lampung Selatan Tuan Rumah AIYEP 2025. 42 Pemuda Australia–Indonesia Bakal ‘Nyantrik’ di Bumi Khagom Mufakat

    Lampung Selatan Tuan Rumah AIYEP 2025. 42 Pemuda Australia–Indonesia Bakal ‘Nyantrik’ di Bumi Khagom Mufakat

    nataragung.id – Kalianda – Kabupaten Lampung Selatan resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2025, sebuah program pertukaran pemuda prestisius antara Indonesia dan Australia yang akan digelar mulai Oktober hingga Desember 2025 mendatang.

    Sebanyak 42 pemuda, terdiri dari 21 delegasi Indonesia dan 21 pemuda Australia, akan tinggal di desa-desa Lampung Selatan selama lebih dari satu bulan. Mereka akan mengikuti berbagai program, seperti magang, pertunjukan budaya, dan tinggal bersama keluarga angkat (host family), untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat lokal.

    Program AIYEP merupakan kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Pemerintah Australia yang bertujuan mempererat hubungan bilateral melalui pertukaran budaya, pengembangan kapasitas kepemudaan, dan pengalaman kerja lintas negara.

    Menurut Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora RI, Esa Sukmawijaya, pemilihan Lampung Selatan sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari pertimbangan strategis.

    “Lampung sudah lama tidak menjadi tuan rumah. Lokasinya dekat dengan Jakarta, efisien secara logistik, dan ini saat yang tepat untuk Lampung unjuk gigi di tengah momen nasional seperti Pilkada serentak,” ujar Esa, usai meninjau salah satu host family, Kamis (31/7/2025).

    Esa menekankan bahwa AIYEP bukan sekadar program pertukaran, melainkan juga investasi jangka panjang dalam memperkuat citra daerah di mata dunia.

    “Ini momentum emas. Lampung Selatan bisa menunjukkan wajah ramah, berbudaya, dan siap bersaing secara global,” lanjutnya.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung Selatan, Yespi Cory, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kehormatan sekaligus peluang emas untuk mengenalkan potensi lokal secara internasional.

    Para peserta dijadwalkan tiba pada 25 November 2025, kemudian akan diserahkan ke keluarga angkat pada 27 November. Pada 28 November, mereka dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pemerintah Provinsi Lampung sebagai bagian dari agenda resmi.

    “Selanjutnya, para peserta akan mengikuti program magang dari 28 November hingga 23 Desember 2025. Mereka akan ditempatkan di berbagai instansi dan lembaga di lima kecamatan, yaitu Kalianda, Rajabasa, Penengahan, Sidomulyo, dan Natar,” ungkap Yespi.

    Beberapa lokasi magang yang telah disiapkan antara lain: SMA Kebangsaan, Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Disnaker, NGO Paluma, Koperasi Desa Merah Putih Bumisari Natar, dan lainnya.

    Dengan dukungan lintas sektor dan persiapan matang, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan optimistis AIYEP 2025 dapat menjadi tonggak penting dalam diplomasi budaya serta pemberdayaan pemuda menuju Indonesia Emas. (mara)

  • Ziarah Danrem 043/Gatam ke Makam Radin Inten II Jadi Simbol Lahirnya Kodam XXI

    Ziarah Danrem 043/Gatam ke Makam Radin Inten II Jadi Simbol Lahirnya Kodam XXI

    nataragung.id – Penengahan – Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, bersama jajaran, melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Radin Inten II di Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Kamis (31/7/2025).

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meneguhkan semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap pahlawan nasional asal Lampung dalam rangka pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten.

    Ziarah ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, keluarga besar Radin Inten II, serta tokoh adat Keratuan Darah Putih.

    Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menyatakan apresiasinya atas kunjungan Danrem beserta jajaran, yang dianggap sebagai bentuk nyata penghormatan sejarah perjuangan bangsa dan sinyal kuat sinergitas TNI dengan pemerintah daerah.

    “Radin Inten II adalah roh perlawanan rakyat Lampung. Nilai-nilai keberanian, keikhlasan, dan keberpihakan kepada rakyat selaras dengan semangat pembangunan Kabupaten Lampung Selatan melalui Pitu Vista,” tegas Wabup Syaiful.

    Sementara itu, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah menekankan bahwa penamaan Kodam XXI dengan nama “Radin Inten” bukan sekadar simbol, melainkan penghargaan terhadap identitas dan sejarah perjuangan rakyat Lampung.

    “Radin Inten II bukan sekadar nama jalan. Beliau adalah simbol perlawanan, pejuang muda yang mewariskan semangat juang dan cinta tanah air,” ujar Danrem.

    Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa ziarah ini bukan hanya seremoni, melainkan awal dari semangat baru dalam memperkuat pertahanan wilayah Lampung yang mandiri.

    “Sebagaimana Radin Inten II berani berdiri melawan penjajah, kita pun siap menjaga keamanan dan keutuhan wilayah dari segala ancaman,” tandas Danrem.

    Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemberian tali asih berupa sembako secara simbolis kepada warga kurang mampu di lingkungan Makam Pahlawan Nasional Radin Inten II.

    Ziarah ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen antara TNI dan Pemerintah Daerah untuk terus menjadikan nilai-nilai perjuangan pahlawan sebagai landasan dalam membangun daerah dan bangsa. (mara)

  • Gubernur Lampung: Anak-Anak Sehat dan Cerdas adalah Fondasi Indonesia Maju

    Gubernur Lampung: Anak-Anak Sehat dan Cerdas adalah Fondasi Indonesia Maju

    nataragung.id, Lampung Tengah — Kunci untuk menjadikan Indonesia lebih maju lebih makmur, lebih kaya, lebih berdaulat, salah satunya adalah melalui upaya pemberian makanan yang bergizi bagi anak-anak.

    Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat melaunching program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung tengah,Rabu (31/7/2025).

    Gubernur Mirza mengatakan, sekaya apapun suatu daerah atau suatu bangsa, jika SDM masyarakatnya tidak cerdas maka tidak akan memberikan manfaat apapun bagi masyarakatnya, bahkan hanya akan dikuasai pihak luar. Namun sebaliknya jika SDM nya cerdas maka kekayaan alam yang dimiliki daerah tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi daerahnya.

    Lebih lanjut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa konsep MBG ini sudah menjadi konsep Presiden Prabowo Subianto sejak 2009, 15 tahun sebelum beliau menjabat sebagai presiden. Gubernur Mirza menjelaskan bahwa konsep MBG ini murni tujuan mulia Presiden Prabowo untuk menjadikan anak-anak Indonesia pintar dan berkualitas.

    Konsep MBG ini, lanjut Mirza, tidak hanya tentang pembangunan sumber daya manusia saja, akan tetapi lebih jauh dari itu, Konsep MBG harus mampu menggeliatkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

    Gubernur Mirza menegaskan, agar rekrutmen perugas Dapur MBG diprioritaskan bagi masyarakat asal daerah tersebut dan masuk dalam kategori desil 1, ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut.

    Selanjutnya bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan harus berasal dari daerah tersebut, jika tidak ada bisa berkoordinasi dengan daerah terdekatnya dan ini akan berdampak pada perputaran ekonomi di daerah tersebut.

    “Jika ini dilakukan disetiap Dapur MBG di Provinsi Lampung, akan mengangkat pertumbuhan ekonomi lampung dan menurunkan angka kemiskinan di provinsi Lampung,” kata Gubernur Mirza.

    Program ini merupakan bagian dari upaya strategis menyambut Bonus Demografi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi penentu kemajuan bangsa.

    Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

    “Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan kompetitif. Ini adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Lampung Maju,” ujar Gubernur.

    Diakhir, Gubernur Mirza menekankan agar seluruh perangkat desa menjalin kolaborasi dan sinergi antara Koperasi Merah Putih, Bumdes dan Dapur MBG. Kolaborasi dan koordinasi ini, Menurut Gubernur Mirza akan mampu menghidupkan perekonomian di desa.

    Program MBG juga diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, terutama pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Asupan gizi yang cukup berpengaruh langsung terhadap tingkat partisipasi sekolah, prestasi belajar, dan penurunan angka stunting.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi dari salah satu pilar utama Visi “Lampung Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Program MBG menjadi refleksi nyata bahwa pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh mulai dari desa, tanpa meninggalkan kelompok rentan.

    Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza melakukan pengguntingan pita yang menandai secara resmi beroperasinya Dapur Makan Bergizi Gratis Yayasan Sai Bumei Berjaya. Gubernur meninjau langsung kondisi Dapur MBG, bahkan memonitor langsung pembagian MBG di SDN 2 Rama Indra Seputih Raman.

    Gubernur menyaksikan anak-anak SDN 2 Rama Indra menikmati MBG saat jam makan siang. Gubernur Mirza berkesempatan bercengkrama dengan anak-anak dan memantau langsung menu MBG yang disajikan.

    Apriyani, Guru pengajar sekaligus wali kelas siswa Kelas 3 SDN 2 Rama Indera sangat mendukung Program MBG bagi siswa-siswi di sekolahnya.

    “kadang-kadang anak-anak jajan sembarangan, bahkan sekalipun sudah sarapan mereka masih jajan yang kurang bermanfaat, MBG ini lebih baik dan mengurangi jajan anak-anak dan menunya lengkap, ikan, sayuran, susu, jadi lebih bergizi buat anak-anak,” kata Apriyani.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Kembali BUMD PT LSM Memakan Korban. Setelah ES Sang Dirut Jadi Tersangka, Kini Giliran LK Selaku Bendahara Mengalami Nasib Serupa

    Kembali BUMD PT LSM Memakan Korban. Setelah ES Sang Dirut Jadi Tersangka, Kini Giliran LK Selaku Bendahara Mengalami Nasib Serupa

    nataragung.id – Kalianda -Janji Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan (Lamsel) untuk terus mengusut keterlibatan pihak lain, dalam dugaan tindak pidana Korupsi (tipikor) BUMD PT Lampung Selatan Maju (PT LSM) rupanya bukan hanya gertak sambal.

    Sebagimana diketahui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamsel yang saat itu masih di pimpinan oleh Afni Carolina, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Volanda Saleh Aziz mengatakan bahwa kemungkinan adanya tersangka baru di tubuh BUMD PT Lampung Selatan Maju (PT LSM) amat tergantung dari perkembangan penyidikan. “Tergantung perkembangan pendidikan Pak,” tulis kasi Intelejen via WhatsApp kepada nataragung.id., Selasa 22 Juli 2025 terkait kemungkinan adanya tersangka baru.

    Kini berdasarkan perkembangan penyidikan, setelah sebelumnya Dirut PT LSM ES ditetapkan tersangka, kembali Kejari Lamsel menetapkan bendahara PT LSM yaitu LK (30) sebagai tersangka. Penetapan LK sebagai tersangka dilakukan pada Rabu 30 Juli 2025, melalui siaran pers Nomor : PR- 9 /L.8.11/Kph.3 /07/2025, yang diterima redaksi nataragung.id. Penetapan tersangka dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB di Kantor Kejari setempat.

    Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Selatan, Volanda Azis Saleh, menyampaikan bahwa penetapan LK dilakukan berdasarkan hasil pengembangan penyidikan dan audit kerugian negara oleh Kejaksaan Tinggi Lampung.

    Audit yang dituangkan dalam Laporan Hasil Audit Kejaksaan Tinggi Lampung tertanggal 10 Juni 2025 menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp517.382.907 (lima ratus tujuh belas juta tiga ratus delapan puluh dua ribu sembilan ratus tujuh rupiah). Dana tersebut merupakan pendapatan dan pengeluaran BUMD yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah dan legal.

    “Berdasarkan alat bukti yang telah kami peroleh, LK diduga kuat terlibat dalam penyimpangan pengelolaan keuangan yang merugikan keuangan negara. Penetapan tersangka dilakukan setelah proses penyidikan yang matang,” ujar Volanda.

    Dalam proses hukumnya, penyidik Kejari Lampung Selatan telah memutuskan untuk melakukan penahanan rumah terhadap tersangka LK selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 30 Juli 2025. Penahanan dilakukan dengan pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik (APE) atau gelang elektronik sebagai bagian dari upaya pengawasan.

    Volanda menjelaskan bahwa kebijakan penahanan rumah diambil karena mempertimbangkan kondisi LK yang masih dalam masa pemulihan pasca melahirkan dan sedang menyusui bayi. Meski demikian, LK tetap diwajibkan untuk melakukan pelaporan secara berkala kepada penyidik.

    LK disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Atas dugaan tersebut, tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, atau bahkan pidana seumur hidup, serta denda paling sedikit Rp200 juta hingga maksimal Rp1 miliar.

    Penyidikan masih terus berlangsung dan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan menyatakan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan. (SMh)

  • Perbakin Lampung Selatan 2025–2029 Resmi Dilantik. Wabup Syaiful ‘Tembakkan’ Pesan Tajam : Ciptakan Agen Perubahan dari Medan Tembak

    Perbakin Lampung Selatan 2025–2029 Resmi Dilantik. Wabup Syaiful ‘Tembakkan’ Pesan Tajam : Ciptakan Agen Perubahan dari Medan Tembak

    nataragung.id – Kalianda – Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Lampung Selatan masa bhakti 2025–2029 resmi dilantik pada Rabu (30/7/2025) di Sekretariat Perbakin, Way Belerang, Desa Buah Berak, Kalianda.

    Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, Ketua Umum Perbakin Provinsi Lampung Brigjen TNI (Purn) Toto Jumariono, serta undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menegaskan bahwa Perbakin harus lebih dari sekadar organisasi olahraga. Ia berharap, Perbakin menjadi wadah pembinaan yang mampu membentuk karakter generasi muda yang tangguh, cerdas, dan bermoral.

    “Saya ingin melihat Perbakin tidak hanya fokus melahirkan atlet, tetapi juga agen-agen perubahan. Mereka yang tangguh secara fisik, cerdas secara mental, dan kuat secara moral,” tegas Syaiful.

    Wabup Syaiful juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dunia olahraga menembak, seperti terbatasnya fasilitas, pelatih bersertifikat, dan minimnya akses bagi generasi muda untuk mengenal olahraga ini.

    Ia pun mendorong Perbakin untuk bersinergi dengan berbagai pihak guna mencetak atlet menembak yang tidak hanya berprestasi, tapi juga berdaya saing tinggi.

    “Olahraga menembak menuntut ketajaman konsentrasi, kestabilan emosi, dan ketepatan pengambilan keputusan. Ini modal penting untuk menghadapi era global,” tambahnya.

    Di akhir sambutan, Wabup Syaiful menyampaikan harapan agar Perbakin Lampung Selatan bisa menjadi pusat olahraga menembak terbaik di Sumatera.

    “Bekerjalah dengan hati, berpikirlah strategis, dan bertindaklah cepat. Karena kemajuan tidak lahir dari rencana yang indah, melainkan dari keberanian untuk bertindak nyata,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum Perbakin Lampung Selatan yang baru dilantik, M. Andriawan, menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Ia bertekad mencetak atlet-atlet unggul dan menjalin sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam berbagai kegiatan.

    “Harapan kami adalah bisa mencetak atlet yang berprestasi dan handal serta dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam setiap event,” ujarnya.

    Ketua Umum Perbakin Provinsi Lampung, Brigjen TNI (Purn) Toto Jumariono, mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Ia berharap ke depan fasilitas latihan dan perkantoran Perbakin bisa segera terealisasi. (mara)

  • KHUTBAH JUM’AT – Saat Usia 40 Tahun : Panggilan Untuk Kembali. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    KHUTBAH JUM’AT – Saat Usia 40 Tahun : Panggilan Untuk Kembali. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    nataragung.id – Natar – Untuk memberikan kemudahan bagi para khatib sholat Jumat, dengan ini kami mencoba memberikan materi khutbah Jum’at yang praktis bagi para pembaca.

    KHUTBAH PERTAMA

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

    إِنَّ الْـحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ أَوَّلًا بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

    Innal-ḥamda lillāh, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā, wa min sayyi’āti a‘mālinā, man yahdihillāhu fa-lā muḍilla lah, wa man yuḍlil fa-lā hādiya lah. Asyhadu allā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.

    Amma ba‘du, fa yā ayyuhan-nās, ūṣīkum wa īyāya awwalan bitaqwā Allāh, fattaqullāha ḥaqqa tuqātih, wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.

    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

    Judul khutbah kita pada hari ini adalah : “Saat Usia Menginjak 40 Tahun: Panggilan Untuk Kembali”

    Ketika usia masih belia, kita tertawa tanpa beban.
    Ketika usia dua puluh, kita berlari mengejar mimpi dan dunia.
    Namun ketika usia mulai menyentuh angka empat puluh,
    langkah terasa lebih tenang,
    pikiran lebih bijak,
    dan hati mulai bertanya:
    “Sudah sejauh apa aku dari Tuhanku?”

    Empat puluh bukan hanya angka.
    Ia adalah tanda dari langit,
    bahwa kehidupan tak akan selamanya mendaki,
    sebab sesudah puncak… akan ada penurunan.

    > Allah berfirman dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15:

    حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ…

    Ḥattā idhā balagha asyuddahu wa balagha arba‘īna sanatan qāla: Rabbi awzi‘nī an asykura ni‘mataka allatī an‘amta ‘alayya.

    “Hingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur empat puluh tahun, dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku…’”

    Inilah doa orang yang sadar akan waktu,
    yang tahu bahwa dunia bukan tempat selamanya,
    dan empat puluh adalah pintu tobat dan permulaan yang baru.

    Ma’asyiral Muslimin…

    Usia empat puluh adalah saat ketika firasat menguat, penglihatan menunduk, dan harapan pada dunia mulai memudar.
    Kita mulai menyadari bahwa tubuh tak sekuat dulu,
    ambisi tak lagi membakar,
    dan kerinduan akan Allah mulai mengetuk kalbu.

    Nabi Muhammad saw diangkat menjadi rasul saat berusia 40 tahun.
    Bukan tanpa hikmah…
    Sebab di usia itulah kedewasaan sempurna,
    akal matang, dan hati siap menerima cahaya ilahi.

    Maka tanyakan pada diri:
    Apakah kita juga telah siap menerima cahaya itu?
    Ataukah masih sibuk dengan dunia yang memudar,
    masih mengejar harta yang tak dibawa mati?

    Jama’ah Jum’at rahimakumullah…

    Jika engkau telah menginjak usia empat puluh tahun,
    dan belum juga melunakkan hatimu kepada Rabbmu,
    belum juga tekun dalam sujudmu,
    belum juga meninggalkan keburukan,
    maka kapan lagi, wahai jiwa?

    Empat puluh adalah waktu untuk pulang.
    Bukan kepada rumah dan keluarga,
    tapi kepada ampunan Allah, cinta-Nya, dan ridha-Nya.

    > Rasulullah ﷺ bersabda:

    “من بلغ الأربعين ولم يغلب خيرُه شرَّه فليتجهز إلى النار”

    Man balagha al-arba‘īn wa lam yaglib khayruhu sharrahu falyatajahhaz ilā an-nār.

    “Barangsiapa yang telah mencapai usia empat puluh tahun dan belum mampu mengalahkan keburukannya dengan kebaikannya, maka bersiaplah menuju neraka.” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim)

    Na’udzubillahi min dzalik…

    Wahai para ayah,
    wahai para kepala rumah tangga,
    wahai yang sudah mulai beruban dan tulangnya mulai lemah…
    jangan tunda tobatmu.
    Jangan tunggu esok untuk menjadi baik.
    Karena kematian tak menunggu usia renta,
    dan kubur tak bertanya berapa angka usiamu,
    melainkan apa bekalmu?

    Jangan habiskan sisa umurmu dalam kelalaian,
    sedangkan pintu-pintu tobat masih terbuka.
    Tinggalkan hasad, dendam, dan cinta dunia.
    Mulailah hidup baru dengan sujud yang khusyuk,
    dan air mata yang jujur di hadapan Allah.

    Semoga khutbah yang singkat ini dapat memotivasi kita untuk segera berbenah ke arah yang lebih baik lagi.

    بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

    Bārakallāhu lī wa lakum fīl-Qur’ānil-‘aẓīm, wa nafa‘anī wa iyyākum bimā fīhi minal-āyāti wadz-dzikril-ḥakīm, wa taqabbalallāhu minnī wa minkum tilāwatahu, innahu huwa-s-samī‘ul-‘alīm. Aqūlu qawlī hādzā wa astaghfirullāhal-‘aẓīma lī wa lakum wa lisā’iril-muslimīn min kulli dzanbin, fastaghfirūh, innahu huwa al-Ghafūru ar-Raḥīm.

    KHUTBAH KEDUA

    – Tulisan Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ
    * Alhamdulillahillazi an’amana bini’mati iman wal Islaam, washolaatu wassalaamu alaa sayyidinaa Muhammadin khairul anam, wa’alaa alihi wa’ashaabihil kariim

    – Tulisan Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ
    * Asyhadu an laa ilaaha illallahul malikul quddussus salaam

    – Tulisan Arab: وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِكْرَامِ
    * Wa’ashadu anna sayyidina wahabibana Muhammadan ‘abduhu warasuluhu Shohibusy syarofi wal ihrirom

    – Tulisan Arab: أَمَّا بَعْدُ
    – Amma Ba’du

    – Tulisan Arab: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
    * Fa yaa Ayyuhannasu, ushiikum wanafsii bitaqwallah, faqod fadzal muttaquun

    – Tulisan Arab: فَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
    * Faqolallahu ta’alaa fii kitabihil kariim. Innallaha wa malaa’ikatahu yusholluuna ‘alannabii… ya Ayyuhallazina ‘amanuu Sholluu ‘alaihi wasaalim mutaslimaa’

    * Tulisan Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
    * Allahumma Sholli alaa sayyidina Muhammad wa’alaa ali sayyidina Muhammad. Kamaa sholaita alaa sayyidina Ibrohim wa’alaa ali sayyidina Ibrohim. Wabaarik alaa sayyidina Muhammad wa’alaa ali sayyidina Muhammad. Kamaa barokta alaa sayyidinaa Ibrohim wa’alaa ali sayyidina Ibrohim. Fiil aalamiina innaka hamiidum majiid

    – Tulisan Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَةِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
    * Allahumaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’miina wal mu’minat, al ahyaa’ minhum wal amwat, innaka qoribu mujibud dakwati ya qodiyal hajaati, ya mujibassa’iliina ya arhamar rohiimiin

    – Tulisan Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
    * Allahumma inna na’uzubika minal hammi wal hazan, wana’uzubika minal ajzi wal kasal, wana’uzubika minal jubni wal buhl, wana’uzubika min gholabatid daini wa qohrir rijal

    – Tulisan Arab: اللَّهُمَّ يَا كَافِيَ الْبَلَاءِ اكْفِنَا الْبَلَاءَ قَبْلَ نُزُولِهِ مِنَ السَّمَاءِ
    – Allahumma ya kafiyal bala’ ikfinal bala’ qobla nuzulihi minas sama’

    – Tulisan Arab: يَا اللَّهَ (diulang 7 kali)
    – Ya Allah (diulang 7 kali)

    – Tulisan Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
    * Robbana dzolamna anfusana wa’ilam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosiriin

    – Tulisan Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    – Robbana atina fiddun ya hasanah, wafil akhiroti hasanah waqinaa adzababannar

    – Tulisan Arab: عِبَادَ اللَّهِ
    – Ibaadallah

    – Tulisan Arab: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
    – Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan wa yanha ‘anil fahsya’i wal munkari wal baghyi ya’izukum la’allakum tazakkaruun

    – Tulisan Arab: فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
    – Faazkuruullahal adzim yazkurkum waskuruuhu alaa ni’amihi yazidkum. Wala zikrullahu Akbar

    – Tulisan Arab: أَقِيمُوا الصَّلَاةَ
    * Aqimush sholaat

    *) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

  • Buku Seri Makna dan Filosofi Yang terkandung Dalam Sumpah Uppu Tuyuk Pubian Bukuk Jadi dan Way Beliuk Mak Segangguan Mak Secadangan yang tetap di pegang teguh oleh generasi penerus saat ini Buku – 3. Latar belakang lahirnya sumpah Uppu-Tuyuk Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Buku Seri Makna dan Filosofi Yang terkandung Dalam Sumpah Uppu Tuyuk Pubian Bukuk Jadi dan Way Beliuk Mak Segangguan Mak Secadangan yang tetap di pegang teguh oleh generasi penerus saat ini Buku – 3. Latar belakang lahirnya sumpah Uppu-Tuyuk Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – Bandar Lampung – Konon, di kaki bukit Tanggamus yang diselimuti kabut, hidup dua penyimbang besar dari dua marga yang berbeda: Punyimbang BukukJadi dan Penyimbang Way Beliuk. Mereka hidup berdampingan, namun kerap berseteru soal batas hutan, hak alir sungai, dan wilayah ladang.

    Sengketa antar marga makin meruncing. Hutan yang dahulu damai menjadi tempat saling intai, anak sungai menjadi medan konflik. Lalu datang seorang petapa tua dari Gunung Pesagi, membawa dua bilah keris pusaka. Satu disebut Tuyuk bermata tajam tunggal, dan satu lagi Uppu bermata dua, dengan sarung dari kayu tua berurat emas.
    Petapa itu berkata, “Kalian boleh berbeda, tetapi jangan saling binasa. Satu bangsa harus punya janji. Pegang ini: Keris Uppu untuk kejujuran. Keris Tuyuk untuk keberanian. Maka bersumpahlah di atas dua keris ini bahwa kalian tidak akan saling khianat, tidak akan menurunkan anak yang akan memecah adat.”

    Dua penyimbang itu pun bersujud dan bersumpah di hadapan penyaksi empat penjuru: barat dengan air sungai, timur dengan api unggun, utara dengan tanah ladang, dan selatan dengan angin hutan. Maka lahirlah Sumpah Uppu-Tuyuk, yang mengikat semua keturunan mereka hingga tujuh generasi agar tetap bersatu menjaga kehormatan adat.

    Bersama sumpah itu, ditanam dua batu pipih di bawah akar pohon tua. Di situlah kini berdiri Balai Ulayat Adat BukukJadi-Way Beliuk, tempat setiap penyimbang mengikrarkan janji adat hingga hari ini.

    Sumpah Uppu-Tuyuk bukan sekadar perjanjian antara dua marga, tetapi simbol pemersatu dan landasan hukum adat dalam masyarakat Lampung, khususnya antara Pubian BukukJadi dan Way Beliuk. Lahirnya sumpah ini dipengaruhi oleh: Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19, wilayah pedalaman Lampung mengalami banyak ketegangan antara kelompok marga karena:
    * Persaingan lahan ladang dan hutan garapan
    * Akses terhadap sungai dan air
    * Perebutan hak ulayat dan batas wilayah

    Karena ketiadaan hukum tertulis dan belum adanya kekuasaan negara secara formal di daerah pedalaman, masyarakat Lampung mengandalkan hukum adat yang mengakar. Namun, karena banyaknya cabang marga dan kepentingan lokal, fragmentasi dan konflik makin menjadi.

    Sumpah ini lahir dari kesadaran bahwa keberlanjutan adat hanya bisa dijaga dengan persatuan. Maka para penyimbang utama bermufakat membentuk satu ikrar bersama, yang melampaui sekat marga dan keturunan, demi menyelamatkan nilai adat.

    Isi Lengkap Sumpah Uppu-Tuyuk
    “Kami bersumpah atas nama leluhur, bumi, dan langit. Bahwa kami anak keturunan Pubian BukukJadi dan Way Beliuk akan menjaga persatuan, tidak saling menyesatkan, tidak saling merebut harta pusaka, tidak mencuri hak ladang, tidak mengganggu rumah penyimbang, tidak menyebar fitnah, dan tidak menikah tanpa restu adat. Siapa yang melanggar, biarlah sungai kering di tanahnya, api padam di dapurnya, dan keturunan tidak tumbuh dalam kasih adat.”
    “Uppu saksi kejujuran, Tuyuk saksi keberanian. Kami satu sumpah, satu darah, satu batang adat.”

    Nilai-Nilai Moral dan Adat dalam Sumpah Uppu-Tuyuk
    1. Kejujuran dan Keberanian Moral
    * Uppu (keris bermata dua): melambangkan bahwa kejujuran harus terlihat dari dua sisi, tidak hanya dari kata, tapi juga tindakan.
    * Tuyuk (keris tunggal): melambangkan keberanian mempertahankan nilai adat, bukan hanya melawan musuh, tapi juga melawan nafsu diri.

    2. Kesetiaan terhadap Adat dan Leluhur
    Sumpah menekankan bahwa anak adat tidak boleh memutus garis leluhur, baik dalam perkawinan, pewarisan, hingga musyawarah. Ini menjaga identitas dan struktur sosial masyarakat adat.

    3. Pelestarian Hak Ulayat dan Wilayah
    Dengan melarang perampasan ladang dan rumah penyimbang, sumpah ini menjadi benteng pertama dalam menjaga wilayah adat, yang hari ini masih menjadi masalah serius akibat konflik agraria dan perampasan lahan.
    4. Hukum Moral dan Sosial Tanpa Tertulis
    Sumpah ini menjadi konstitusi adat, yang ditaati tanpa perlu aparat, karena disertai keyakinan spiritual bahwa alam akan membalas pelanggar adat.

    Di tengah degradasi moral dan maraknya hoaks serta konflik sosial, nilai-nilai sumpah Uppu-Tuyuk seperti:
    * Tidak menyebar fitnah
    * Tidak merebut hak
    * Menjaga kejujuran sangat relevan untuk menguatkan kembali etos sosial berbasis budaya.

    Sumpah ini dapat dimasukkan dalam kurikulum lokal atau kegiatan sekolah adat sebagai bentuk:
    * Pendidikan karakter
    * Penguatan jati diri
    * Pelestarian bahasa dan nilai adat

    Isi sumpah yang menolak perampasan hak ulayat bisa menjadi dasar advokasi hukum dalam konflik tanah antara masyarakat adat dan korporasi.

    Strategi Pelestarian Nilai Sumpah Uppu-Tuyuk
    * Pendokumentasian dalam bentuk tulisan, video, dan pertunjukan adat
    * Regenerasi penyimbang muda melalui forum pemuda adat
    * Digitalisasi naskah adat dan penerjemahan ke bahasa nasional dan asing
    * Festival adat tahunan dengan pembacaan ulang sumpah secara kolektif

    Sumpah Uppu-Tuyuk adalah warisan spiritual yang hidup dalam darah setiap anak Pubian BukukJadi dan Way Beliuk. Ia bukan sekadar ikrar masa lalu, tapi manifesto moral yang relevan sepanjang zaman. Jika hari ini kita ingin masyarakat yang jujur, adil, dan damai, maka kembalilah ke sumpah itu. Di sana ada akar. Di sana ada arah. Di sana ada harga diri. (*)

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • 5.469 PPPK Formasi 2024 Resmi Dilantik, Pemerintah Provinsi Lampung Laksanakan Pelantikan Serentak di 34 Titik

    5.469 PPPK Formasi 2024 Resmi Dilantik, Pemerintah Provinsi Lampung Laksanakan Pelantikan Serentak di 34 Titik

    nataragung.id, Bandar Lampung – Selasa, 30 Juli 2025
    Sebanyak 5.469 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun Anggaran 2024 Periode I resmi dilantik oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Pelantikan dilaksanakan secara hibrid (daring dan luring) dengan khidmat dan tertib di 34 titik lokasi serentak di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

    Beberapa titik pelaksanaan pelantikan di antaranya berada di PKOR (Satpol PP Provinsi Lampung), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aula BKD Provinsi Lampung, Balai Keratun Komplek Kantor Gubernur Lampung, Badan Penghubung Provinsi Lampung di Jakarta, serta di kantor masing-masing Perangkat Daerah.

    Pelaksanaan pelantikan ini dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., bersama jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung.

    Dalam sambutan yang dibacakan oleh para pejabat pelantik, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PPPK yang telah resmi dilantik. Beliau mengajak seluruh ASN, khususnya PPPK yang baru dilantik, untuk bekerja dengan sepenuh hati, menjunjung tinggi integritas, serta turut berperan aktif dalam pembangunan Lampung.

    “Mari kita bersama-sama mewujudkan Lampung Maju, Indonesia Emas dan mendukung transformasi digital melalui pemanfaatan SmartApps Lampung-in sebagai platform layanan publik terpadu,” pesan Gubernur dalam sambutannya.

    Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas birokrasi dan pelayanan publik di Provinsi Lampung, serta menjadi momentum penting bagi PPPK untuk mulai mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat yang profesional dan berkomitmen tinggi.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Literasi di Lampung Memprihatinkan. (Catatan kecil Gebyar Literasi Nasional di Lampung) Oleh : Gunawan Handoko *)

    Literasi di Lampung Memprihatinkan. (Catatan kecil Gebyar Literasi Nasional di Lampung) Oleh : Gunawan Handoko *)

    nataragung.id – Bandar Lampung – Kegiatan akbar Gebyar Literasi Nasional yang di helat Forum Literasi Lampung di Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung pada Selasa (29/07/2025) berlangsung dalam nuansa penuh semangat. Kegiatan dengan tema Bersinergi, bergerak bersama mewujudkan Lampung sebagai Provinsi Literasi menuju Lampung Maju diawali laporan singkat Ketua Forum Literasi Lampung Dr. Eni Amaliah, S.Ag., S.S.,M.Ag. bahwa kegiatan ini sebagai upaya membantu program Pemerintah dan memperkuat sinergi antar unit, elemen, lembaga komunitas, tokoh masyarakat dan semua pihak untuk bergerak bersama, menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Provinsi Lampung. Dilanjutkan Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza yang tampil penuh semangat memberi sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

    Batin Wulan mengingatkan bahwa literasi merupakan jendela dunia dan dari jendela inilah anak-anak, remaja, masyarakat bahkan seluruh bangsa Indonesia dapat melihat tentang masa depan yang lebih cerah. Untuk mewujudkannya, Batin Wulan mengajak masyarakat, khususnya kaum muda agar rajin menulis dan banyak-banyak membaca buku. Dirinya juga sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan para pegiat literasi tangguh yang berhimpun dalam Forum Literasi Lampung, atas kontribusi dan semangat yang dilakukan selama ini dalam membangun literasi di Lampung. Dirinya berharap agar budaya literasi dapat berkembang dan tumbuh subur hingga ke pelosok-pelosok desa. Peran keluarga, sekolah dan komunitas literasi sangat penting dalam membentuk ekosistem literasi yang berkelanjutan.

    Acara Gebyar Literasi Nasional ini juga menjadi ajang ‘buka-bukaan’ tentang wajah dunia pendidikan dan literasi di provinsi Lampung. Begitu Batin Wulan yang juga isteri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengakhiri sambutan dan mengetuk mic tiga kali menandai dibukanya acara secara resmi, diskusi literasi langsung dimulai. Diawali keynote speaker oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Prof. Endang Aminudin Azis yang memberi apresisasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung dengan hadirnya Forum Literasi Lampung yang merupakan wadah berhimpunnya para relawan dan penggerak literasi. Setelah itu, Prof Amin secara ‘blak-blakan’ memaparkan tentang masih rendahnya nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di provinsi Lampung sambil menyebut angka-angka. Maka harus ada langkah-langkah konkrit dari Dinas Perpustakaan dan elemen masyarakat yang terkait dalam dunia pendidikan dan literasi untuk membuat terobosan guna mengejar ketertinggalan, jangan hanya sebatas wacana.

    Pernyataan Kepala Perpusnas RI tersebut tidak membuat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico tersinggung, justru sebaliknya. Dengan jujur Thomas Amirico mengakui tingkat IPLM provinsi Lampung hanya mencapai skor 64,81, masih dibawah rata-rata nasional, yakni 73,75. Dari 15 kabupaten/kota di Lampung, pencapaian IPLM tertinggi diraih Kota Metro dengan skor 94,41 dan Kabupaten Lampung Timur meraih IPLM terendah dengan skor 45,11. Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) pelajar di Provinsi Lampung juga tergolong rendah, yakni 67,67.

    Menyikapi hal ini, Thomas Amirico berjanji segera mengeluarkan edaran kepada seluruh sekolah tingkat SLTA di provinsi Lampung agar para siswa diberi latihan membaca dan menulis sebelum mengikuti pelajaran di ruang kelas. Caranya, setiap hari para siswa diwajibkan untuk membaca dan menulis minimal 1 lembar. Thomas juga menyoroti hasil rapor siswa yang nilainya besar-besar, tapi tidak mencerminkan kemampuan atau pengetahuan siswa yang sebenarnya. Memanipulasi nilai rapor tidak membantu meningkatkan kemampuan siswa secara nyata.

    Menurut Thomas, siswa SLTA yang berhasil lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukan prestasi sekolah atau guru, melainkan hasil dari Bimbingan Belajar. Lagi-lagi tidak ada yang tersinggung atas pernyataan Thomas Amirico, justru mendapat apresiasi tepuk tangan meriah dari ratusan peserta dan relawan literasi, termasuk para Kepala Dinas Pendidikan kabupaten dan kota ikut bertepuk tangan. Ternyata Thomas Amirico bukan tipe pejabat yang menganut aliran ‘ABS’ alias ‘Asal Bapak Senang’. Apa yang disampaikan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas untuk membangun kepercayaan publik dan untuk memastikan bahwa pejabat itu bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menyenangkan atasan ataupun kepentingan pribadi.

    Diskusi literasi sharing tahap pertama menampilkan Kepala Daerah dari 5 kabupaten yang telah mendeklarasikan menjadi Kabupaten Literasi, masing-masing kabupaten Lampung Barat, Pringsewu, Way Kanan, Tanggamus dan kabupaten Lampung Selatan. Semua pembicara sepakat untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi demi meningkatkan pendidikan dengan membudayakan literasi bagi masyarakat Lampung, khususnya menumbuhkan minat baca.

    Saya merasa sangat beruntung di daulat sebagai pembicara dalam diskusi literasi, sharing bersama Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Halimi Hadibrata dan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia wilayah Lampung Hendri Setiadi.

    Saya melihat ada hal penting yang perlu dilakukan Gubernur Lampung dalam upaya mendukung terwujudnya Lampung sebagai Provinsi Literasi. Bahwa Provinsi Lampung sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Peningkatan Budaya Literasi. Perda ini sudah diundangkan dalam Lembaran Daerah dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat sejak 6 tahun silam. Tujuannya jelas, yakni untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat melalui berbagai langkah, seperti pembentukan Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah, mulai tingkat provinsi hingga satuan pendidikan. Juga pengoptimalan website sekolah sebagai media pembelajaran efektif dan efisien bagi sekolah. Perda ini juga bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di sekolah, seperti kewajiban membaca buku selama 15 menit setiap hari pada jam yang sama.

    Hanya sayangnya, sampai hari ini Perda tersebut masih tersimpan rapih di almari arsip dan belum diikuti dengan Peraturan Gubernur Lampung, sehingga implementasinya menjadi terhambat. Padahal, Pergub sangat penting untuk menjabarkan detail pelaksanaan Perda, meliputi prosedur, mekanisme dan tanggungjawab masing-masing pihak. Tanpa adanya Pergub, maka implementasi Perda tidak mungkin bisa berjalan efektif karena Pergub merupakan payung hukum dalam melaksanakan Perda yang lebih spesifik dan teknis. Tanpa adanya Pergub, para kepala daerah di kabupaten dan kota mungkin merasa takut atau ragu untuk memberi dukungan kegiatan literasi, karena tidak ada pedoman yang jelas bagaimana petunjuk teknisnya, termasuk kewenangan dan tanggungjawab masing-masing pihak sehingga dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

    Penerbitan Pergub merupakan penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Mewujudkan Lampung menjadi Provinsi Literasi menuju Lampung Maju bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Provinsi Lampung, tapi menjadi tanggungjawab bersama. Masing-masing dapat mengambil peran sesuai dengan bidang masing-masing, selanjutnya membangun kerjasama dan berkolaborasi.

    Peranan pemerintah daerah dibantu oleh kalangan dunia pendidikan, media masa, gerakan masyarakat cinta buku, akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat untuk mewujudkan cita-cita mulia ini. Sebuah bangsa disebut maju dan berkembang jika penduduk atau masyarakatnya mempunyai minat baca yang tinggi dengan dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri tersebut. Salam Literasi !!!

    *) Penulis adalah Ketua Harian KMBI (Komunitas Minat Baca Indonesia) Provinsi Lampung.

  • Ambulans Laut Kini Siaga di Pulau Sebesi, Pemkab Lampung Selatan Jawab Kebutuhan Layanan Kesehatan Warga Kepulauan

    Ambulans Laut Kini Siaga di Pulau Sebesi, Pemkab Lampung Selatan Jawab Kebutuhan Layanan Kesehatan Warga Kepulauan

    nataragung.id – Rajabasa – Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama dalam meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil kembali dibuktikan.

    Terhitung Selasa, 29 Juli 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan resmi memindahkan ambulans laut dari Desa Way Muli ke Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa. Langkah strategis ini ditujukan untuk mempercepat respons layanan kesehatan darurat bagi warga kepulauan.

    Serah terima ambulans laut dilakukan oleh Kepala Puskesmas Rajabasa, Ns. Yasir Fitri Aldilla, S.Kep kepada Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tejang, Evizar, S.Tr.Keb, bertempat di Aula Puskesmas Rajabasa, Kecamatan Rajabasa.

    Acara ini turut disaksikan Pelasana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Sumantri, SKM., M.M., serta Camat Rajabasa, Firdaus, S.E., M.M.

    Plt Kadis Kesehatan Sumantri menegaskan bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari visi Bupati Lampung Selatan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

    “Prinsip kami adalah mendekatkan pelayanan. Setelah melihat efektivitasnya, ambulans laut yang semula ditempatkan di Way Muli kini dialihkan ke lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat kepulauan, yaitu Pustu Desa Tejang di Pulau Sebesi,” ujar Sumantri.

    Ia juga menekankan bahwa ambulans laut merupakan aset pemerintah daerah yang harus dijaga dan digunakan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.

    Camat Rajabasa, Firdaus, mengapresiasi langkah tersebut dan berharap agar ambulans laut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam situasi gawat darurat.

    “Kami harap fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, utamanya dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat,” ucap Firdaus.

    Di sisi lain, Kepala Desa Tejang, Syamsiar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Pulau Sebesi.

    “Kami sangat bersyukur. Atas nama masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada Bupati dan semua pihak yang telah menghadirkan ambulans laut ini. Ini sangat menunjang layanan kesehatan warga kami,” ungkap Syamsiar.

    Dengan berlabuhnya ambulans laut di Pulau Sebesi, pelayanan medis darurat di wilayah kepulauan diharapkan lebih cepat, efisien, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (mara)