nataragung.id – NATAR – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam setelah viralnya pemberitaan tentang dugaan kegiatan fiktif di internal Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan. Sebagai partai yang berdiri di belakang pemerintahan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar (Egi–Syaiful), Gelora Lamsel tetap menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan lokal, sekaligus menuntut pengusutan tuntas atas isu tersebut.
Ketua Gelora Lamsel, Wahyu Agung PP, menyatakan keprihatinannya. “Di satu sisi, kita baru saja mencatat prestasi gemilang, Lampung Selatan masuk tiga besar dengan tingkat kepuasan publik 81,74% dan Grade A berdasarkan survei Litbang Radar Lampung Media Group. Namun di lain pihak, muncul dugaan kegiatan fiktif di BPKAD yang sungguh menodai citra pemerintahan,” tutur Wahyu.
Dia menambahkan bahwa Gelora Lamsel percaya pada komitmen pemerintahan Egi–Syaiful untuk memimpin dengan integritas. Karena itu, dia mendesak semua pihak terkait, termasuk inspektorat daerah dan aparat penegak hukum, agar melakukan pengusutan secara transparan dan profesional.
“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menegakkan akuntabilitas. Bila ditemukan pelanggaran, selayaknya oknum yang terlibat mendapat sanksi tegas sesuai aturan. Ini penting agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis,” tegasnya.
Seiring dengan pernyataan tersebut, beberapa media lokal, termasuk situs nataragung.id, telah mengungkap dugaan penggunaan dana fiktif sebesar Rp 600 juta dalam APBD 2025 untuk empat sub-kegiatan di BPKAD. Diduga ada pemalsuan laporan pertanggungjawaban (SPJ) dan sebagian dana dicairkan tanpa realisasi penuh. Total dana digelapkan terdiri dari Rp 150 juta untuk analisis pembayaran utang, Rp 200 juta untuk pemeliharaan sistem keuangan, Rp 100 juta untuk pemeliharaan peralatan dan server, serta Rp 150 juta untuk biaya VPS hosting. Realisasi anggaran ini terjadi pada Mei–Juni 2025.
Dukungan partai Gelora terhadap pemerintahan Egi–Syaiful tidak berubah meski menghadapi isu ini. Wahyu mengingatkan pentingnya momentum ini untuk menguji komitmen pemerintah daerah terhadap profesionalisme dan pelayanan publik.
“Saat prestasi sedang menanjak, isu seperti ini bisa jadi ujian nyata bagi integritas. Gelora Lamsel berharap proses hukum berjalan adil, cepat, dan terbuka, agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.” tandasnya. (SMh)

