Pengusaha Asal Lampung Tantang Dominasi Mesin Impor, Usung Prototipe Pres Sawdust Buatan Lokal

0

nataragung.id, Bandar Lampung — Ginta Wiryasenjaya, seorang pengusaha nasional asal Lampung, mengambil langkah berani dengan memperkenalkan prototipe mesin pres sawdust buatan lokal. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas derasnya arus mesin impor, khususnya dari Tiongkok, yang kian membanjiri pasar dalam negeri.

“Kami mencoba untuk mandiri dalam rangka mengantisipasi gempuran mesin-mesin impor dari Cina,” tegas Ginta.

Menurutnya, Indonesia sejatinya tidak kekurangan sumber daya manusia (SDM) mumpuni di bidang teknologi. Sayangnya, peran pemerintah sebagai fasilitator sekaligus dinamisator masih belum maksimal sehingga potensi yang ada berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Ketua Sikambara Audiensi dengan Kapolda Lampung, Dukung Keamanan Laga Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persib Bandung

Mesin yang diproduksi Ginta dan timnya juga menepis anggapan bahwa teknologi industri harus selalu mahal. Jika mesin impor membutuhkan biaya hingga Rp1,2 miliar, mesin buatan lokal ini hanya memakan biaya sekitar Rp210 juta saja. “Teknologinya tidak terlalu tinggi, hanya butuh kecermatan dan pengalaman. Namun hasilnya nyata,” ujarnya.

Meski begitu, Ginta tak menutup mata bahwa ada sejumlah kendala yang membelenggu pengembangan industri lokal, di antaranya:

  1. Minimnya peran pemerintah dalam menginisiasi mekanisasi mesin industri.
  2. Lemahnya inovasi dari pihak kampus yang seharusnya menjadi inkubator SDM berpendidikan.
  3. Kerumitan perizinan yang membebani pelaku usaha.
  4. Belum terencana dengan baiknya zona industri UKM yang terintegrasi dengan industri besar dalam tata ruang wilayah daerah.
Baca Juga :  AMPG Lampung Laksanakan Diklat Kader Muda untuk Penguatan Ideologi Golkar

Dengan semangat kemandirian, Ginta menyerukan agar bangsa ini segera melepaskan diri dari ketergantungan impor. “Mari jadilah bangsa yang mandiri!” pungkasnya penuh optimisme.

Editor  : Muhammad Arya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini