nataragung.id – Natar – Fitnah paling berbahaya bukanlah sekadar caci maki, bukan pula sekadar dusta yang terbuka.
Fitnah yang paling berbahaya adalah ketika kebenaran dibungkus kebatilan, dan kebatilan dihias bak kebenaran.
Saat yang halal dicurigai, yang haram dibela mati-matian. Saat suara jernih dianggap salah, sedangkan kebisuan dipuji sebagai bijak.
Inilah fitnah yang membalikkan wajah kehidupan; gelap disebut terang, terang dituduh menyesatkan.
Allah telah mengingatkan:
{ لَقَدِ ٱبۡتَغَوُا۟ ٱلۡفِتۡنَةَ مِن قَبۡلُ وَقَلَّبُوا۟ لَكَ ٱلۡأُمُورَ
“Sungguh, mereka telah menebar fitnah sejak dahulu, dan mereka membolak-balikkan urusan untukmu.” [Surat At-Taubah: 48]
Maka berhati-hatilah. Sebab tidak semua yang tampak indah adalah benar, dan tidak semua yang terasa pahit berarti salah.
Kebenaran akan tetap tegak, meski ditutup ribuan tabir kebatilan. Dan kebatilan akan tetap runtuh, meski dijunjung tinggi oleh sejuta mulut manusia. (52)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

