nataragung.id – Natar – Dunia ini, hanyalah persinggahan singkat, sekedar bayangan yang sebentar lagi sirna, sekedar setetes air yang melekat di jari, sementara akhirat adalah samudera tak bertepi.
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:
((مَا الدُّنْيَا في الآخِرَةِ إلا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ أُصْبُعَهُ في اليَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟!)). رواه مسلم.
“Tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti jari yang dicelupkan ke lautan, lalu lihatlah dengan apa ia kembali.” (HR Muslim)
Begitulah, segala gemerlap dunia hanyalah fatamorgana,
sedang yang abadi menanti di seberang sana.
Setiap langkah di bumi adalah titipan, setiap hembusan nafas adalah hutang, dan setiap detik yang berlalu adalah bekal menuju lautan keabadian.
Maka janganlah tertipu oleh kilau fana, jangan terikat oleh hiasan sementara. Karena Allah telah berfirman:
{فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إلا قَلِيلٌ}
“Kesenangan hidup dunia hanyalah sedikit bila dibandingkan dengan akhirat.” (QS. At-Taubah: 38)
Pegang erat akhirat dalam hatimu, dan biarkan dunia hanya singgah di tanganmu. (53).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

