MUTIARA PAGI : Jebakan Halus Syetan dalam Pandangan Ibnul Qayyim. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Menurut Ibnul Qayyim syetan Menjerat Manusia dalam beberapa tahapan, Dari Kufur hingga Lengah.

Syetan tidak pernah tidur, tidak pernah berhenti, tidak pernah letih. Sejak ia bersumpah di hadapan Allah, ia berjanji akan menyesatkan anak cucu Adam dari setiap jalan. Dan tipu dayanya berjalan dalam tahapan. Setahap demi setahap, hingga manusia jatuh dalam jurang kebinasaan.

Pertama, ia mengajak pada kekafiran dan kesyirikan. Agar hati buta, lidah kering dari dzikir, dan ruh terikat pada berhala dunia. Jika manusia tersungkur di sini,
selesailah sudah, syetan pun bersorak.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Manisnya Kesesatan yang Menipu Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Namun bila manusia selamat dengan iman, syetan beralih ke jalan bid’ah. Ia hiasi kesesatan dengan wajah ibadah, hingga orang menyangka dekat dengan Allah, padahal ia menjauh dari jalan Rasullullah shallallahu alaihi wasallam.

Jika pintu itu tertutup, syetan menebar jerat dosa-dosa besar: zina yang menggoda, riba yang menggiurkan,
khianat yang tampak menguntungkan,
hingga jiwa tergelincir dan hati menjadi gelap.

Kalau manusia masih terjaga, syetan turunkan dosisnya: dosa-dosa kecil. Kecil, namun menumpuk. Ringan, namun menghitamkan hati. Ia tahu, tetes demi tetes bisa menenggelamkan bahtera.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kehidupan Dunia Hanya Sementara

Jika itu pun gagal,
syetan mengikat manusia dengan hal-hal mubah. Makan, tidur, bermain, bersenang-senang.
Tidak salah… tapi melalaikan. Waktu habis, umur terkuras, sedang bekal akhirat kosong.

Dan bila semua langkah tertutup,
syetan pun berbisik halus: “Ada amal baik yang bisa engkau lakukan…” Namun ia menutup pandangan dari amal yang lebih utama. Akhirnya manusia sibuk dengan yang kecil, hingga kehilangan yang besar.

inilah strategi musuhmu yang tak terlihat. Ia mengalir dalam darahmu, ia mengintai di setiap langkahmu.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bahagia itu Ada Di Mana? Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka berlindunglah dengan dzikir,
berpeganglah pada tauhid, dan istiqamahlah di atas sunnah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Karena hanya dengan cahaya Allah, gelapnya tipu daya syetan bisa dipatahkan. (58).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini