MUTIARA PAGI : Belajar Bahasa Langit dari Hafalan yang Hidup. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Ada seorang pemuda yang dahulu tak paham sepatah kata pun dari bahasa Inggris. Ia tidak duduk di bangku kursus, tidak pula ditemani kamus tebal. Ia hanya mendengar, menghafal, dan menyanyikan lagu-lagu yang ia cintai. Ajaibnya, dalam hitungan bulan bibirnya mulai fasih, telinganya mulai peka, dan maknanya mulai meresap. Mengapa? Karena ia belajar dari apa yang ia ulang-ulang, dengan cinta, dengan irama, dan dengan kesungguhan.

Lalu kita…
Bukankah kita telah memiliki hafalan yang jauh lebih mulia?
Hafalan yang kita ulang berkali-kali dalam shalat, dalam tilawah, dalam sujud dan doa?
Hafalan yang turun dari langit, membawa cahaya yang tidak mampu diberikan oleh jutaan lagu?

Kita punya Al-Qur’an.
Kita telah membawa ayat-ayat itu di dada.
Mengapa kita tidak belajar bahasa Arab—bahasa surga—melalui hafalan yang telah hidup dalam tubuh dan jiwa kita?

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Tanamlah kebaikan, sekalipun engkau berada di tempat yang tak menjanjikan panen. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ ﴾

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan. Maka adakah yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)

Ayat ini bukan hanya ajakan untuk membaca, tetapi juga untuk memahami, menggali, menelusuri makna-makna yang tersimpan di balik lafaz yang telah kita hafal bertahun-tahun.

Bayangkan…
Setiap kali kita membaca ﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾, kita tahu bahwa itu adalah pujian total kepada Dia yang mengurus seluruh alam.
Setiap kali bibir kita melafazkan ﴿ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴾, kita memahami bahwa hati kita sedang meminta dituntun ke jalan lurus yang dijaga para nabi dan syuhada.
Setiap kali kita mengucap ﴿ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴾, kita mengerti bahwa tak ada cinta, harap, dan takut yang lebih benar selain kepada Allah Yang Maha Esa.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kuat Bersama Allah di Saat Lapang, Teguh di Saat Sempit. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ »

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Dan bukankah memahami bahasa Al-Qur’an termasuk bagian dari mempelajarinya?
Bukankah ketika kita mengerti makna setiap ayat, hati kita lebih mudah khusyuk, jiwa lebih mudah tersentuh, dan hidup lebih mudah lurus?

Lihatlah bagaimana Allah memuliakan bahasa Arab sebagai pintu hidayah:

﴿ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ﴾

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kalian mengerti.” (QS. Yusuf: 2)

Ayat ini seakan berkata:
“Wahai hamba-Ku… pahamilah Aku melalui bahasa yang Aku turunkan untukmu.”

Maka tidakkah kita ingin menempuh jalan yang sama sederhana dengan pemuda yang belajar bahasa asing dari lagu-lagunya?
Bukankah kita lebih berhak untuk fasih dalam bahasa Al-Qur’an yang kita ulang-ulang dalam sujud dan munajat?

Mulailah dari kecil…
Dari satu kata dalam satu ayat yang telah kita hafal.
Kemudian dua kata.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ketika Kejahatan Dinormalisasi oleh Promosi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Lalu satu kalimat.
Hingga suatu hari kita mendapati bahwa setiap ayat yang kita baca terasa hidup, berbicara, dan menggerakkan hati kita.

Semoga Allah menjadikan kita ahli Al-Qur’an, yang bukan hanya hafal lafaznya,
tetapi juga mengerti maknanya, merasakan ruhnya, dan hidup dengan cahaya yang ia pancarkan, siang dan malam.

اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا وزدنا علماً.

“Ya Allah, ajarilah kami apa yang bermanfaat bagi kami, berilah manfaat dari apa yang Engkau ajarkan, dan tambahkanlah ilmu kepada kami.” (KIS/120).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini