nataragung.id – Natar – Seorang mukmin hidupnya selalu dibasuh dengan istighfar. Bukan karena ia tak pernah berbuat baik, tapi karena ia tahu, setiap kebaikan tetap penuh kekurangan.
Ia menanam amal shalih, lalu menyiramnya dengan istighfar,
agar Allah menjaga buahnya dari kebinasaan.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan mohonlah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Betapa lembut kasih sayang Allah, membuka pintu ampunan bahkan setelah kita berbuat taat.
Seolah Allah ingin mengingatkan,
“Janganlah engkau tertipu oleh amalmu,
mintalah ampunan-Ku,
sebab hanya dengan rahmat-Ku engkau selamat.”
Maka, di setiap akhir sujud, di setiap selesai dzikir, di setiap langkah menuju kebaikan, seorang mukmin berbisik lirih dalam hatinya:
“Astaghfirullah… Ya Allah, ampuni aku. Ampuni kekurangan amal ini, ampuni kelemahan hatiku,
ampuni segala yang tak tampak olehku.”
Sungguh, indah hidup seorang mukmin, amalnya diselubungi doa,
dan doanya ditutup dengan istighfar. (62)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

