nataragung.id – Natar – Terkadang, apa yang ada di genggaman kita hanyalah hal biasa menurut pandangan kita. Padahal, bagi orang lain itu adalah impian yang tak pernah mereka capai. Rumah sederhana yang kita keluhkan, mungkin adalah doa panjang orang lain. Pekerjaan yang kita rasa berat, bisa jadi adalah harapan yang setiap hari dipanjatkan oleh mereka yang belum punya.
Karena itu, Nabi shalallahu alaihi wasallam memberi nasihat yang agung. Beliau bersabda:
قَالَ رَسُولُ الله ﷺ : «انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ» (رواه مسلم)
Artinya: “Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian, dan jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Karena itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (HR. Muslim).
Syukur adalah kunci kelapangan hati. Dengan syukur, kita mampu menerima apa yang sulit kita terima. Dengan syukur, kita menyadari bahwa kebahagiaan bukan pada apa yang kita kejar, tapi pada kemampuan kita menghargai apa yang sudah ada dalam genggaman.
Maka, jangan pernah meremehkan nikmat sekecil apapun. Karena setiap hembusan nafas, setiap tegukan air, setiap langkah kaki, semua adalah nikmat yang jika dihitung tidak akan pernah mampu kita jumlahkan.
So, Marilah kita perbanyak syukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla Jangan sampai hati kita buta oleh rasa kurang, sehingga lupa betapa banyak nikmat yang telah Allah limpahkan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا (رواه الترمذي)
“Barangsiapa di antara kalian bangun di pagi hari dalam keadaan aman pada keluarganya, sehat jasadnya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. at-Tirmidzī).
Marilah kita isi hidup ini dengan syukur, sabar, dan ridha. Syukur saat diberi nikmat, sabar ketika diuji, dan ridha menerima ketentuan Allah. Dengan itu, insyaAllah hidup kita akan tenang, bahagia, dan penuh berkah. (**)
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

