Lampung Selalu Kehilangan Peluang, Pengusaha Nasional Soroti Derasnya Investasi Pabrik Baru di Indonesia

0

NATARAGUNG.ID – Bandar Lampung | Derasnya arus investasi asing yang masuk ke Indonesia dengan berdirinya pabrik-pabrik raksasa bernilai ratusan triliun rupiah, justru menyisakan ironi bagi Provinsi Lampung. Meski memiliki segudang potensi, daerah yang dikenal sebagai gerbang Pulau Sumatera ini selalu luput dari bidikan investor besar.

Pengusaha nasional asal Lampung, Ginta Wirya Senjaya, dengan nada kecewa menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, Lampung sebenarnya punya segala yang dibutuhkan industri modern, mulai dari sumber daya alam, tenaga kerja, hingga posisi geografis yang sangat strategis. Namun sayangnya, peluang emas itu justru berlabuh di daerah lain.

“Lampung ini ibarat gadis cantik yang tidak pernah dilamar. Kita punya lahan luas, SDA melimpah, tenaga kerja murah, posisi strategis di antara tiga pulau besar, bahkan nyaris tidak pernah ada konflik sosial. Tapi investor besar tetap enggan melirik. Kenapa? Karena pemerintah daerah kurang koordinasi, terlalu percaya diri dengan APBD, padahal yang punya akses ke investor itu ya para pengusaha,” tegas Ginta.

Baca Juga :  Peringati Hardiknas 2025, Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan

Potensi Lampung yang Terabaikan

Ginta mengurai sederet potensi Lampung yang seharusnya bisa menjadi magnet investasi:

  1. Letak strategis di antara Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, sekaligus pintu gerbang ke mancanegara, terutama Australia dan Timur Tengah.
  2. Lahan kosong luas di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera yang siap dikembangkan.
  3. Kekayaan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan industri kekinian: pasir silika berkadar >90%, manganese ore, iron ore, dan lain-lain.
  4. Bahan baku biomassa melimpah untuk mendukung co-firing energi fosil.
  5. Upah minimum relatif murah dibanding daerah lain.
  6. Minim konflik sosial, sehingga investor tidak perlu khawatir dengan gejolak masyarakat.
Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Prioritaskan Pembangunan 200 Ruas Jalan Lingkungan pada TA 2026

“Dengan modal itu, seharusnya Lampung bisa menjadi episentrum industri baru. Sayangnya, peluang itu terus melayang, masuk ke daerah lain,” imbuh Ginta dengan nada getir.

Sementara Daerah Lain Panen Triliunan Rupiah

Fakta di lapangan menunjukkan derasnya investasi di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah proyek raksasa telah berdiri, antara lain:

  • ExxonMobil menggelontorkan Rp243 triliun untuk pabrik petrokimia dan penyimpanan karbon di sekitar Selat Sunda.
  • Xinyi Group membangun pabrik kaca raksasa senilai Rp174 triliun di Rempang Eco City, Batam.
  • PT Vale Indonesia berinvestasi Rp143 triliun untuk tiga pabrik smelter nikel di Morowali, Pomalaa, dan Sorowako.
  • Antam & CATL bekerja sama membangun smelter bahan baku baterai senilai Rp86 triliun di Halmahera.
  • Perusahaan China mendirikan smelter nikel dan baja di Sorong dengan nilai Rp75 triliun.
Baca Juga :  Kapolda Lampung Pimpin Sertijab Personil Polda Lampung, Berikut Nama dan Jabatanya

Investasi tersebut tidak hanya mengangkat ekonomi nasional, tetapi juga membuka puluhan ribu lapangan kerja di daerah masing-masing.

Lampung Jangan Hanya Jadi Penonton

Ginta menegaskan, jika pola ini terus dibiarkan, Lampung akan selamanya hanya menjadi penonton. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus lebih aktif menggandeng pengusaha lokal untuk membangun jejaring dengan investor asing.

“Jangan hanya mengandalkan APBD. Daerah lain bisa maju karena sinergi pemerintah dan pengusaha. Kalau Lampung tidak berubah, kita hanya akan jadi pasar, bukan pusat produksi,” pungkasnya.

Dengan potensi yang luar biasa namun terus terpinggirkan, kini muncul pertanyaan besar: sampai kapan Lampung rela kehilangan peluang emas di depan mata?

Editor  : Muhammad Arya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini