nataragung.id – Natar – Ada jiwa yang tampak tertawa, namun hatinya gersang. Ada langkah yang berlari cepat, namun tak tahu arah pulang.
Itulah kehidupan yang kehilangan zikir, kehidupan yang luas tapi terasa sempit, karena hati telah berpaling dari Sang Pencipta kehidupan.
Allah telah berfirman,
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.”
Bukan karena dunia menutup jalan rezeki, tapi karena hati menutup pintu damai.
Zikir adalah napas bagi ruh, tanpanya dada terasa sesak meski udara berlimpah. Al-Qur’an adalah pelita bagi hati, tanpanya kegelapan menelan makna hidup yang sejati.
Maka, jika hatimu terasa gelap dan langkahmu terasa berat, kembalilah pada zikir, kembalilah membaca ayat-ayat Tuhanmu.
Sebab ketenangan bukanlah ketika hidup tanpa ujian, melainkan ketika hati tetap tenang di tengah badai karena dekat dengan Allah. (81).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

