MUTIARA PAGI : Antara Shalih yang Sempit dan Zhalim yang Luas. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Dalam lembar sejarah, para ulama salaf menunduk lama, merenung di antara dua bayang: seorang pemimpin yang shalih tapi sempit pandangannya, dan seorang zhalim namun luas wawasannya.

Mereka tak menimbang dengan nafsu, tetapi dengan timbangan maslahat dan hikmah, karena urusan umat bukan sekadar sujud dan tasbih, melainkan keadilan, keamanan, dan kesejahteraan yang harus tegak di bumi.

Ibnu Taimiyyah berkata dalam Majmū‘ al-Fatāwā (28/170):

> “إن الله يقيم الدولة العادلة وإن كانت كافرة، ولا يقيم الدولة الظالمة وإن كانت مسلمة”

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bijak di Kala Lapang. (Renungan dari QS. Yusuf: 47). Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Sesungguhnya Allah menegakkan (membiarkan tegak) suatu negeri yang adil meski kafir, dan tidak menegakkan negeri yang zhalim meski muslim.”

Karena keadilan adalah napas langit dan bumi, dan kezhaliman adalah racun yang membunuh peradaban, meski datang dengan jubah keshalihan.

Seorang pemimpin yang shalih namun sempit wawasannya,
bisa menutup pintu maslahat tanpa sengaja, sebab kebaikannya berhenti di sajadah, sementara rakyatnya menangis di luar pintu istana.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Berwudhu Yang Benar - Menyucikan Anggota, Membersihan Dosa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dan seorang pemimpin yang zhalim tapi berwawasan luas,
meski hatinya berdebu, kadang mampu menegakkan sistem yang menjaga manusia dari kehancuran,
karena ilmunya menata, walau jiwanya ternoda.

Maka para salaf berkata: “Pilihlah yang paling sedikit mudaratnya, yang paling besar maslahatnya bagi manusia.”

Sebab tugas pemimpin bukan sekadar menangis di malam hari, tetapi menegakkan keadilan di siang hari; bukan hanya dekat dengan langit, tetapi juga bijak mengatur bumi.

Dan sesungguhnya, sebaik-baik pemimpin, bukan sekadar yang shalih atau pandai, tetapi yang adil dalam kekuasaan dan jernih dalam pandangan, yang hatinya tunduk pada Allah, dan akalnya menuntun umat menuju cahaya-Nya. (83)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menanam Dan Hasil. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini