Kepala BGN Perintahkan MBG Dimasak Pakai Air Galon, Dokter Tan Kritik Keras: Bukan Itu Esensinya

0

nataragung.id – Jakarta – Dokter sekaligus ahli gizi Tan Shot Yen mengkritisi instruksi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tentang memasak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan air galon.

Menurut dokter yang juga penulis buku Nasehat buat Sehat ini, penggunaan air galon untuk memasak MBG bukan esensi utama dalam hal mencegah kasus keracunan.

Sebelumnya, Dadan telah mengatakan, air yang dipakai untuk memasak MBG harus air galon atau air bersertifikat demi mencegah potensi terjadinya pencemaran terhadap menu masakan yang akan dikonsumsi anak sekolah.

Dikutip dari TribunNews, air galon merupakan air minum kemasan galon yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.

Kata Dadan, banyak kasus gangguan pencernaan yang disebabkan oleh air berkualitas buruk.

Baca Juga :  Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Malam Penganugerahan Jaga Desa Award 2026 di Jakarta

Sementara, Presiden RI Prabowo Subianto juga meminta BGN untuk menyediakan dan membagikan sendok dalam program MBG.

Hal tersebut disampaikan Prabowo setelah membahas kasus keracunan MBG dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Awalnya, Prabowo mengingatkan agar para guru dan semua yang terlibat untuk mendidik anak untuk mengingatkan para murid cuci tangan sebelum makan.

Lalu, ia meminta agar sendok -yang menurutnya tidak terlalu mahal disediakan dalam MBG.

Keracunan MBG Nggak Ada Urusannya dengan Air Galon dan Sendok
Instruksi penyediaan sendok dan memakai air galon untuk memasak sajian MBG mendapat kritikan tajam dari Dokter Tan Shot Yen.

Menurut dokter kelahiran Beijing, China 17 September 1964 itu, instruksi air galon dan sendok ini mencerminkan bahwa Prabowo dan Dadan tidak paham dengan HAACP atau Hazard Analysis and Critical Control Point.

Baca Juga :  Presiden Republik Indonesia Lantik Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Periode 2025-2030

HAACP adalah sebuah metode ilmiah untuk memastikan keamanan pangan dengan mengendalikan titik kendali kritis di setiap tahap produksi.

Dokter Tan bilang, air yang digunakan untuk memasak bukan penyebab utama kasus keracunan MBG, melainkan bahan makanan yang dimasak serampangan atau kualitasnya buruk.

Sehingga, bahan baku hingga proses memasak lah yang harus diperbaiki dan diawasi secara ketat mutunya.

Jadi, soal keracunan MBG, tidak serta-merta bisa dicegah dengan menggunakan air galon untuk memasak menu atau menyediakan sendok.

MBG Di Indonesia, Ada Masalah Dulu Baru Bikin Sertifikasi Kelayakan dan Pelatihan
Dokter Tan juga menyoroti kacaunya tata kelola MBG di Indonesia, sebab baru diadakan simulasi, pelatihan, serta pemberian sertifikasi kelayakan dan higienitas setelah kasus keracunan merebak.

Baca Juga :  Brata Jaya Academy Buka Pendaftaran Program Persiapan TNI–POLRI hingga 30 Juni 2026

Ia pun menggarisbawahi pentingnya pelatihan keterampilan staf SPPG yang sesuai dengan lapangan.

Update Jumlah Korban Keracunan MBG

Menurut data terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban keracunan makanan dari program MBG masih terus bertambah.

Koordinator Nasional (Koornas) JPPI, Ubaid Matraji mengatakan, hingga Minggu, 19 Oktober 2025, jumlah siswa yang keracunan MBG sudah mencapai 13.168 anak. (SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini