MIMBAR JUM’AT : Hari Ketika Segalanya Dihadirkan (Renungan dari surat Ali Imron ayat 30). Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Akan datang suatu hari, hari di mana segala yang tersembunyi akan tampak, segala yang terlupa akan diingat, dan setiap hembusan niat akan diperhitungkan.

Pada hari itu, wahai jiwa, kau akan berdiri di hadapan Tuhanmu, sendiri tanpa teman, tanpa pembela, dengan hanya membawa catatan amal yang tak pernah salah tulis.

Setiap kebaikanmu, sekecil senyum yang tulus, akan berdiri di hadapanmu, bercahaya dan tersenyum lembut.

Ia berkata, “Aku adalah amalmu yang dulu engkau lakukan dalam sunyi.” Dan hatimu pun bersyukur, karena ternyata rahmat Allah menyimpan kebaikan yang pernah kau kira remeh.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM’AT : Nikmat yang Sering Kita Lupakan dan Bahaya Hasad. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Namun, di sisi lain, akan muncul pula bayangan kelam dari dosa-dosa yang dulu kau anggap kecil, kata-kata tajam, langkah sombong, pandangan tanpa adab, semuanya kini hidup dan menatap balik padamu.

Lalu hatimu menjerit lirih, “Seandainya antara aku dan dosa-dosa itu ada jarak sejauh langit dan bumi!”

Namun tak ada lagi jarak di sana, karena inilah hari di mana segala yang dikerjakan dihadirkan.

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT Belajar Dari Bilqis. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron

Dan Allah berfirman lembut namun tegas:

“Aku peringatkan kalian terhadap diri-Ku.”

Bukan karena Allah ingin menakut-nakuti, tetapi karena kasih sayang-Nya begitu dalam, agar engkau berhenti sebelum jatuh, agar engkau kembali sebelum terlambat.

Sungguh, peringatan Allah adalah bentuk cinta yang paling jujur. Dia memperingatkanmu karena Dia tidak ingin melihatmu binasa, Dia menegurmu karena Dia ingin melihatmu selamat.

Maka, sebelum hari itu datang, sebelum amal burukmu menghadang, dan sebelum cahaya kebaikanmu redup oleh kelalaian, bertaubatlah.

Baca Juga :  MIMBAR JUMAT - Teman itu Menyeret. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Bangunlah malam ini, basuhlah wajahmu dengan air wudhu yang dingin, dan katakan perlahan dengan hati yang gemetar:

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari dosa-dosaku, sebagaimana Kau jauhkan timur dan barat. Teguhkan langkahku di jalan-Mu, dan jadikan hari pertemuan itu hari yang penuh cahaya, bukan penyesalan.” _••

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini