MUTIARA PAGI : Mendaki di Atas Bintang-Bintang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Ada jiwa-jiwa yang diciptakan untuk terbang tinggi, jiwa yang tidak mengenal kata “cukup” ketika cita-cita yang diburunya adalah kemuliaan.

Bagi jiwa seperti ini, hidup bukanlah sekadar berjalan mengikuti arus, tetapi mendaki, menembus awan, dan menatap bintang-bintang sebagai batas terendah dari mimpinya.

Al-Mutanabbi berkata dengan keanggunan seorang penyair besar:

إِذا غامَرتَ في شَرَفٍ مَرومٍ
فَلا تَقنَع بِما دونَ النُجومِ

“Jika engkau telah bergumul demi cita-cita yang mulia, maka jangan pernah puas dengan pencapaian yang berada di bawah bintang-bintang.”

Seakan ia ingin membisikkan bahwa kemuliaan hanya dapat diraih oleh mereka yang berani mengulurkan tangan ke langit.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Rahasia adalah Keselamatan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Tidak cukup sekadar berjalan; harus ada keberanian untuk melompat, bersusah payah, terluka, dan tetap melangkah walau dunia ingin membuatmu berhenti.

Lalu ia melanjutkan:

فَطَعمُ المَوتِ في أَمرٍ صَغيرٍ
كَطَعمِ المَوتِ في أَمرٍ عَظيمِ

“Kematian dalam memperjuangkan perkara kecil sama saja rasanya dengan kematian untuk perkara besar.”

Inilah pesan yang menghentak: hidup ini akan habis juga, entah kau menghabiskannya untuk hal remeh, atau untuk perkara besar yang meninggalkan jejak.

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (22) : Istighfar - Kunci Lapangnya Rezeki dan Hati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Luka dalam perjuangan kecil atau besar akan terasa sama; air mata yang jatuh tetap asin; napas yang hilang tetap berhenti.

Maka, bila semua pengorbanan akan memakan energi dan waktu yang sama, mengapa tidak memilih jalan yang meninggikan derajat dan memberi arti?

Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan pada ambisi yang dangkal.

Dan siapa pun yang berani bertaruh untuk kemuliaan akan merasakan denyut kehidupan yang sesungguhnya.

Berat, memang, tetapi bermakna. Jauh, memang, tetapi terang. Tinggi, memang, tetapi diraih oleh hati yang tidak gentar.

Maka kejarlah cita-cita yang membuatmu layak disebut manusia, yang membuat langkahmu bernilai, dan perjuanganmu berdiri megah di hadapan masa depan.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Belajar Hidup Sederhana Agar Hati Tidak Manja. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Karena bintang-bintang itu tidak hanya untuk ditatap, tetapi untuk dijadikan batas awal bagi orang yang percaya bahwa hidup adalah pendakian menuju kemuliaan. (109).
Wallahu A’lamu

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini