nataragung.id, METRO — Kegiatan jualan sayur yang dikelola Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Metro, Hanif Mutiara, bersama para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terpaksa ditunda sementara waktu. Keputusan ini diambil setelah adanya informasi pelaksanaan Operasi Zebra oleh pihak kepolisian di sejumlah titik di wilayah Lampung, termasuk Kota Metro.

Informasi mengenai razia tersebut disampaikan Hanif melalui status WhatsApp miliknya. Ia menjelaskan bahwa beberapa KPM mengalami kendala terkait kelengkapan kendaraan, terutama sepeda motor yang sehari-hari digunakan untuk mengangkut hasil panen sayuran. Untuk menghindari potensi masalah selama razia berlangsung, aktivitas jualan dihentikan sementara.
“Ibu-ibu KPM, kami libur jualan sayur untuk bulan ini karena ada beberapa kendala. Padahal ibu-ibu KPM pada nanya kapan Bu Hanif jualan sayur, mau nitip sayuran. Terima kasih Pak Pol infonya,” tulis Hanif dalam unggahan tersebut.
Setelah dikonfirmasi oleh kontributor NatarAgung.id, Hanif memberikan tambahan keterangan penting terkait kebutuhan sarana transportasi bagi KPM.
“Tambahkan kak, kami membutuhkan subsidi bentor demi kelancaran jualan sayur. Mengingat kalau mengandalkan motor, kami ndak mampu,” jelas Hanif kepada kontributor.
Kebutuhan akan becak motor (bentor) muncul karena kegiatan budidaya dan pemasaran sayuran yang dijalankan para KPM semakin berkembang. Namun, kemampuan mereka untuk melakukan distribusi hasil panen masih terbatas akibat sarana angkut yang tidak memadai.
Program jualan sayur ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi bagi KPM PKH di Kota Metro. Selama ini, kegiatan tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan dan wadah kemandirian ekonomi bagi para ibu KPM. Hanif berharap adanya perhatian pemerintah atau pihak terkait untuk membantu menyediakan bentor sebagai sarana mobilitas yang lebih aman dan layak.
Ia menegaskan bahwa kegiatan jualan akan dilanjutkan setelah situasi kondusif dan sarana pendukung terpenuhi.

