Dinamika PBNU. Oleh : HM.Habib Purnomo *)

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Pada hari Jum’at 21 Nopember 2025, rapat Syuriah PBNU di pimpin Rois Am PBNU KH.Miftahul Akhyar meminta KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengundurkan diri sebagai ketua umum Tanfiziyah PBNU dalam waktu 3 hari sejak di tanda tangani surat itu oleh Rois Am PBNU yang salah satu alasan penting yaitu poin pertama di mana selaku ketua umum Tanfiziyah PBNU Gus Yahya Staquf telah mengundang sosok yang terkait dengan jaringan zionis internasional sebagai seorang nara sumber dalam acara pelatihan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN-NU).

Sebagai orang yang pernah menjadi pengurus PWNU Lampung priode 1996- 2001 penulis tertarik untuk mengupas point pertama dan utama itu.

NU dalam sejarahnya memang konsisten untuk membela dan mendukung berdirinya negara Palestina keluar dari penjajahan Israel dan itu dilakukan NU sejak era Rois Akbar KH.Hasyim Asy’ari hingga saat ini. Oleh sebab itu bisa di pahami sikap streng nya prinsip Rois Am PBNU KH.Miftahul Akhyar berkaitan dengan usaha untuk Palestina merdeka ini.

Terlebih belakangan ini masyarakat dunia disuguhi di media, pembantaian yang di luar rasa kemanusiaan terhadap penduduk kota Gaza oleh zionis Israel, di mana korban yang tewas lebih dari 60 ribu jiwa termasuk anak-anak dan perempuan.

Pembantaian oleh Israel yang di pimpin Perdana Menteri Benyamin Netanyahu terhadap penduduk kota Gaza hingga hari ini tetap berlangsung menimbulkan demo besar-besaran di benua Eropa dan Amerika, demo ini dalam rangka menekan pemerintah negara mereka masing-masing untuk berupaya hentikan pembantaian di kota Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Pembantaian (genosida) yang di lakukan Israel ini menimbulkan simpati warga dunia, tidak terkecuali di Amerika terhadap Palestina, bahkan Zohran Mamdani imigran Muslim yang mencalonkan diri sebagai wali kota New York, terpilih karena salah satu kampanyenya akan menangkap Benyamin Netanyahu bila datang ke kota New York Amerika.

Baca Juga :  Fordaf PC Fatayat NU Lampung Selatan Gelar Launching dan Bedah Buku "Self Healing Bersama Allah" Dengan Pembicara Ning Diyah Mauli

Berbicara tentang konflik Israel VS Palestina tidak sederhana dan bahkan sangat kompleks.

Di kutub A ada zionis Israel yang bukan hanya tidak mengakui adanya negara Palestina tapi juga salah satu tujuan zionis ini adalah untuk merubuhkan Masjidil Aqsha di ganti dengan kuil Yahudi.

Di kutub Z ada Iran yang setelah Iran berubah dari kerajaan, menjadi republik Islam Iran di bawah Ayatullah Khomeini tidak mengakui adanya negara Israel, namun di Iran sendiri banyak orang Yahudi dan di lindungi oleh negara.

Di sisi lain ada negara-negara barat yang pada umumnya mendukung dan membela negara Israel. Di sisi lain ada negara-negara muslim yang berjuang dan mendukung negara Palestina merdeka dan ada pihak Rusia dan Cina yang juga pendukung Palestina merdeka.

Indonesia sejak awal kemerdekaan era Presiden Soekarno hingga saat ini pada posisi sebagai pelopor kemerdekaan Palestina bahkan Presiden Prabowo sudah menyiapkankan 20 ribu anggota TNI yang akan di kirim ke Gaza dalam misi perdamaian PBB.

Prinsipnya KH.Miftahul Akhyar Rois Am PBNU tentang Palestina merdeka sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia.

Di dalam organisasi NU Rois Am PBNU sebagai pemimpin tertinggi dan ketua umum Tanfiziyah yang juga dipilih oleh Muktamar NU sebagai pelaksana kegiatan-kegiatan tehnis PBNU.

Bagi orang luar mungkin bisa membayangkan mirip antara Raja Inggris dengan Perdana Menteri Inggris, Raja Malaysia dengan perdana Menteri Malaysia, Ayatullah Khomeini dengan presiden Iran (walau tidak sama, karena NU bukan negara tapi organisasi sosial keagamaan).

Dinamika sekarang di PBNU antara Rois Am dengan Ketua Tanfiziyah adalah sebuah dinamika yg tidak aple to aple (tidak seimbang ) karena memang maqomnya beda.

Baca Juga :  Yuliana Dewi Pimpin PAC Fatayat NU Kecamatan Sragi Masa Khidmat 2025-2029

Rois Am pada wilayah visi dan ketua Tanfiziyah PBNU bekerja pada tataran misi/lapangan/praktis, Rois Am di wilayah strategi dan Tanfiziyah di wilayah taktik.

Ibaratnya tujuan bertanding sepak bola menang, itu wilayah Rois Am tapi bagaimana cara untuk menggolkan bola di lapangan itu urusannya Tanfiziyah.

Taktik tidak selalu benar juga tidak selalu salah di sinilah urgensinya Rois Am selalu mengawasi dan meluruskan supaya taktik sejalan dengan strategi (tujuan).

Langkah-langkah zig-zag ( berliku-liku) pemain bola kadang tidak terbaca lawan bahkan kadang kawan sesama timpun tidak bisa membaca langkahnya.

Pada tataran ini komunikasi dan hubungan baik Gus Yahya Staquf dengan pihak Israel dan pendukung Israel bisa dipahami karena tujuannya Gus Yahya Staquf juga sama dengan Rois Am Miftahul Akhyar yaitu Palestina merdeka.

Memang langkah Gus Yahya Staquf di situasi saat ini tidak populer bahkan seakan kontradiktif tapi bukankah Presiden Prabowo yang sangat gigih perjuangkan kemerdekaan Palestina juga harus berkomunikasi dengan baik dengan Presiden Trump yang notabene sekarang ini satu-satunya presiden dan pihak yang mendukung langkah-langkah Israel dengan segala daya upaya-nya termasuk memberi bantuan senjata dan dana ke zionis Israel?

Tidak mungkin Presiden Prabowo perjuangkan Palestina merdeka tanpa berkomunikasi dengan baik dengan Trump walau pun sebenarnya hari-hari ini kebijakan Trump berkaitan dengan Israel sudah terkepung oleh hampir seluruh penduduk dunia dan pemerintahnya masing-masing.

Komunikasi yang baik Gus Yahya Staquf dengan pihak Israel ini mengingatkan penulis pada satu peristiwa, suatu saat pada thn 2002 penulis berkunjung ke kediaman Gus Dur di Ciganjur ternyata di halaman rumah Gus Dur berderet mobil-mobil diplomat dengan bendera Cina.

Baca Juga :  Asrorun Ni’am Soleh Dikuhkukan Sebagai Ketum MA IPNU 2025–2030

Setelah cukup lama menunggu kemudian rombongan diplomat Cina itu meninggalkan rumah Gus Dur, penulis langsung nyelonong masuk dan ketemu Gus Dur yang sedang ditemani Gus Yahya Staquf yang kita kenal pernah menjadi jubir presiden presiden Gus Dur.

Baru berbincang sekitar beberapa menit tiba-tiba Gus Yahya Staquf yang duduk sekitar dua meter dari tempat duduk saya, menyodorkan handphone nya ke Gus Dur dan Gus Dur berbicara dengan lawan bicaranya di handphone gunakan bahasa Inggris yang di selingi ketawa-ketawa.

Setelah selesai bicara via hp saya langsung bertanya “sinten Gus ? “O itu Shimon peres mantan perdana menteri Israel yg sedang di Singapura” kata Gus Dur. (Singapura adalah salah satu tempat bertemunya komunitas Yahudi dunia).

Saya mbatin tadi rombongan pejabat Tiongkok yang sowan Gus Dur sekarang Shimon peres “mbah”nya Zionis Israel yang menelpon Gus Dur, kita tahu Tiongkok simbol kekuatan timur dan pendukung Palestina merdeka dan Israel simbol kekuatan yang di dukung barat, kedua pihak punya komunikasi yang baik dengan Gus Dur.

Pandangan Rois Am PBNU yang streng dan kuat terhadap prinsip Palestina merdeka adalah langkah benar dan sesuai prinsip NU dan juga prinsip pemerintah Indonesia, di sisi lain langkah Gus Yahya Staquf sebagai pelaksana (ketua Tanfiziyah) di PBNU yang langkahnya zig-zag ( berliku-liku) dan berkomunikasi dengan berbagai pihak dari pendukung Israel juga bisa di pahami karena tujuan nya juga sama yaitu Palestina merdeka. **

*) Penulis Adalah: Aktivis PWNU Lampung, tinggal di Bandar Lampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini