nataragung.id, Kota Baru, Lampung Selatan — Hamparan tenda-tenda membentang bak ombak yang menenangkan pandangan. Pada pelaksanaan Ijtima Ulama Dunia 2025 membuat tanah Kota Baru berubah menjadi lautan jamaah. Dalam suasana haru dan takzim, ratusan ribu umat telah hadir dan terus berdatangan mengikuti rangkaian Indonesia Berdoa, 28–30 November 2025, di atas lahan 50 hektare komplek Kantor Pemerintahan Provinsi Lampung.
Di tengah derasnya arus kedatangan jamaah ini, sosok Edo Saputra Wijaya, SH., MH. — Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan — tampil sebagai salah satu putra daerah yang menyampaikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya perhelatan akbar ini. Ucapan selamatnya menjadi simbol bahwa Lampung Selatan tidak hanya menjadi tuan rumah, namun juga penyambut yang memuliakan tamunya.
Edo bukan sekadar memberi sambutan biasa; posisinya sebagai representasi masyarakat Lampung Selatan menambah nilai keberkahan acara ini. Kehadirannya dalam publikasi resmi memberikan energi moral bagi seluruh panitia dan jamaah. Dalam pandangannya, Ijtima Ulama Dunia adalah momentum emas bagi Lampung — titik terang yang mengumpulkan jutaan doa umat Islam untuk negeri ini.
“Semoga pertemuan ini menjadi ladang hidayah dan persatuan umat dari seluruh penjuru dunia,” demikian pesan beliau kepada timredaksi nataragung.id.
Jamaah tak hanya datang dari penjuru Indonesia, namun juga dari sedikitnya 45 negara: Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Pakistan, Gambia, Afrika Selatan, Bangladesh, Maroko, Qatar, dan lebih banyak lagi. Sebagian berjalan kaki berbulan-bulan, menembus lautan dengan kapal tradisional, hingga bergabung dalam rombongan besar menggunakan bus dan kendaraan pribadi. Semangat mereka menyala, dan Edo hadir sebagai salah satu suara Lampung yang menyambut dengan bangga.
Menteri Agama RI dijadwalkan hadir dan menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Al Hijrah, membawa keberkahan sekaligus perhatian nasional yang semakin menyorot Lampung Selatan sebagai pusat gerakan umat dunia.
Panitia pun bekerja dengan kekuatan penuh:
• 1.612 personel keamanan disiagakan
• 105 mobil operasional disiapkan
• 3.500 MCK, ribuan tenda, 200 dapur, logistik tak terhitung—termasuk 700 ton beras dan puluhan sapi
Namun dari seluruh kemegahan itu, keberpihakan tokoh lokal seperti Edo Saputra Wijaya, SH., MH. menjadi roh yang mempertebal kebanggaan masyarakat Lampung Selatan. Di tengah jutaan langkah yang menjejak Kota Baru, suara beliau menjadi penanda bahwa Lampung bukan sekadar lokasi — melainkan tuan rumah yang mencintai tamunya.
Hari besar itu datang.
Doa mengalir deras.
Langit Kota Baru diterangi oleh tasbih dan takbir.
Dan di antara gema suara umat.
Nama Edo Saputra Wijaya berdiri sebagai bukti bahwa Lampung Selatan menyambut dunia dengan dada lapang, visi besar, dan semangat penuh keberkahan.
Editor : Muhammad Arya

