nataragung.id – Natar – Investasi kesehatan tidak selalu dimulai di rumah sakit, tetapi dimulai dari meja makan kita sendiri.
Dari keputusan-keputusan kecil yang tampak sepele, namun menentukan arah kesehatan jasmani dan kejernihan ruhani.
Makanan yang kita pilih hari ini adalah doa yang kita kirimkan untuk tubuh kita esok hari.
Setiap suapan adalah amanah, setiap rasa adalah titipan, dan setiap pilihan adalah bentuk syukur atas tubuh yang Allah percayakan.
Bukankah Allah berfirman:
﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا ﴾
“Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi, yang halal lagi baik.” (QS. Al-Baqarah: 168)
Ayat ini tidak sekadar mengarahkan kita pada kehalalan, tetapi juga pada kebaikan; makanan yang menenteramkan jasad sekaligus menyehatkan jiwa.
Sebab makanan yang baik menumbuhkan energi untuk beribadah, sementara makanan yang buruk membuat tubuh letih, pikiran kusam, dan hati gelap.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun memberikan teladan pola makan sederhana namun penuh keberkahan. Beliau bersabda:
« ما مَلأَ آدَمِيٌّ وِعاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ »
“Tidak ada wadah yang lebih buruk untuk dipenuhi oleh manusia selain perutnya.” (HR. Tirmidzi)
Seakan beliau ingin mengingatkan kita bahwa makan bukanlah tentang kenyang, tetapi tentang keseimbangan; bukan tentang banyaknya, tetapi tentang keberkahannya.
Maka investasikan kesehatan sejak sekarang, mulailah dari menjaga apa yang masuk ke dalam tubuhmu: lebih banyak sayur daripada gula, lebih banyak air daripada minuman manis, lebih banyak makanan segar daripada makanan cepat saji, lebih banyak syukur daripada keluh.
Karena tubuh yang sehat adalah kendaraan untuk berjuang, alat untuk sujud yang panjang, dan saksi atas amal-amal yang kita kerjakan.
Dan ingatlah, Investasi kesehatan dimulai dari pola makan yang sehat, keputusan kecil hari ini yang menjadi pahala besar di hadapan Allah kelak. (KIS/117).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

