MUTIARA PAGI : Sedikit Yang Dawam Lebih Baik Dari Banyak Yang Terputus. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Dalam sunyi perjalanan hidup ini, kita sering tergoda oleh gemerlap yang banyak, oleh angka-angka yang menumpuk, oleh kesan bahwa yang besar selalu lebih berarti.

Namun jiwa yang jernih tahu: tidak semua yang berlimpah membawa ketenangan, dan tidak semua yang sedikit berarti kekurangan.

جَرِّب أن تختارَ الأقل… لتعرفَ الأجمل.

Cobalah memilih yang sedikit, maka engkau akan menemukan yang lebih indah.

Karena nilai tak selalu terletak pada jumlah, tetapi pada ketulusan yang menyala di baliknya.

Karena makna tak selalu tersembunyi dalam banyaknya kata, tetapi dalam hati yang bersih yang mengucapkannya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Diantara Waktu yang Pergi dan Hati yang Lalai. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah tidak menilai penampilan dan gemerlap hamba-Nya, melainkan ketulusan hati dan amal yang lembut.

Bukankah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ”

“Jagalah diri kalian dari neraka, walau hanya dengan sedekah sepotong kurma.”

Meski sedikit, jika ia tulus, ia menjadi pelindung dari murka Allah.

Dan bukankah Allah berfirman tentang amal-amal yang sejatinya kosong:

{فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا}

“Amal mereka bagaikan batu licin yang tertutup debu; ketika hujan deras menimpanya, debu itu hilang, dan tinggal batu kosong.” (QS. Al-Baqarah: 264)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Tanda Cinta Allah: Hati yang Mencintai Ketaatan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka apa gunanya banyak, bila tak meninggalkan bekas di hati?. Apa artinya tumpukan amal, bila debu riya yang melekat akan hilang dalam sekali hujan?

Lebih baik sedikit namun hidup. Sedikit namun bersih. Sedikit namun membawa kita pulang kepada-Nya.

Karena,
القليل الصالح خيرٌ من زبد البحر —
sedikit yang saleh lebih baik daripada buih lautan, meski yang tampak itu seperti emas.

Maka jadikanlah doamu lirih namun tajam menuju langit:

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Di Bukit A‘raf — Di Antara Dua Nasib. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

اللَّهُمَّ القَلِيلُ الصَّادِقُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami sedikit yang benar, sedikit yang jujur, sedikit yang Engkau ridhai. Karena sedikit yang Engkau berkahi lebih luas dari dunia dan segala isinya. (KIS/118).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini