nataragung.id – Natar – Dalam setiap persinggahan hidup, jangan pernah lalai memperbaiki bekal dan memperindah jejak. Sebab kita semua hanyalah musafir yang lewat, singgah sejenak di antara fajar dan senja.
Langkah kita mungkin ringan, tetapi catatan amal mengikuti tanpa lelah. Ucapan kecil kita direkam, senyum yang kita tebarkan ditulis, dan luka yang kita sembuhkan mengharumkan perjalanan.
Hidup ini bukan tentang seberapa lama kita berjalan, tetapi tentang seberapa indah jejak yang kita tinggalkan. Tidak semua orang akan mengingat nama kita, tetapi amal akan menjadi saksi yang tak pernah membisu.
Tidak semua langkah kita disaksikan manusia, namun semuanya terlihat oleh Dia yang tidak pernah luput dari pandangan.
Maka perbaikilah bekalmu sebelum malam tiba. Taburlah kebaikan meski kecil, karena bisa jadi itulah yang menuntunmu saat cahaya meredup.
Jangan biarkan perjalananmu kering dari makna, basahilah ia dengan doa, amal, dan ihsan.
Dan ingatlah, Engkau adalah musafir, dan amalmu adalah saksi yang tidak pernah berpisah darimu.
Berjalanlah dengan hati yang jernih, dan tinggalkan dunia dengan wangi kebaikan yang tetap hidup setelah langkahmu terhenti. [KIS]
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

