MUTIARA PAGI : Datang dan Kembali Sendiri-Sendiri. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Mari kita perhatikan firman Allah SWT dalam surah Maryam ayat 95 ini.

وَكُلُّهُمۡ ءَاتِيهِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَرۡدٗا

“Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah pada hari Kiamat dalam keadaan sendiri-sendiri.” (Surat Maryam, Ayat 95).

Pada hari itu, langkah-langkah manusia menjadi asing. Tak ada lagi genggaman tangan keluarga,
tak ada panggilan sayang dari orang tua, tak ada senyum dari sahabat,
tak ada pula pelukan dari kekasih.

Hari ketika semua yang kita sayangi terpisah dari kita,
dan kita berdiri di hadapan Allah,
sendiri, telanjang dari segala kedudukan,
kosong dari segala pujian manusia,
kecuali apa yang pernah kita persembahkan
dalam diam dan kesungguhan: amal shalih.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bersungguh-sungguh dan Keberhasilan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ»

“Tiga hal mengiringi jenazah: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua kembali, dan satu tinggal bersamanya. Keluarganya dan hartanya kembali, sedangkan amalnyalah yang tetap bersamanya.” HR. Bukhari dan Muslim

Maka renungkanlah, betapa sering kita menjaga penampilan di hadapan manusia,
namun lalai menyiapkan penampilan di hadapan Rabbul ‘Alamin.

Betapa banyak kita mempercantik dunia, namun melupakan bahwa kita sedang berjalan menuju satu hari yang disebut Allah:

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (24) : Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ

“Hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat,
kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” Surat Asy-Syu‘ara’, Ayat 88–89

Karena itu, perbanyaklah bekal. Pertebal cahaya amal shalih. Isi kesunyian malam dengan doa yang jujur, hias perjalanan hidup dengan sedekah yang tulus, jaga langkah dengan zikir yang menghidupkan jiwa, dan kuatkan hati dengan taubat yang tak putus.

Sebab kelak, ketika semua orang berjalan menuju Rabb-nya sendiri-sendiri,
engkau akan berharap dengan harapan yang tak terlukiskan,
agar Allah menyambutmu dengan rahmat,
bukan murka.
Dengan ridha, bukan penolakan.
Dengan keindahan surga, bukan pedihnya hisab.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ucapkanlah, Namun Dengan Cinta Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dan semua itu… hanya bisa engkau bawa
melalui amal shalih yang kau tanam hari ini. (KIS/123).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini