nataragung.id, Natar — Empat pesilat Tapak Suci dari SMP Wiyata Bakti turut ambil bagian dan berlaga dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat UIN Raden Intan Cup 2025 yang digelar pada 15 hingga 17 Desember 2025. Kejuaraan ini diikuti oleh berbagai kontingen dari sekolah dan perguruan pencak silat se-Provinsi Lampung, sehingga menjadi panggung kompetitif bagi atlet-atlet muda untuk menguji kemampuan dan mental bertanding.
Keempat atlet yang mewakili SMP Wiyata Bakti tersebut adalah Muhammad Afrizal (kelas F putra), Muhammad Diego Setiawan (kelas B putra), Muhammad Afif (kelas C putra), dan Akmal (kelas G putra). Mereka turun ke gelanggang dengan membawa semangat juang tinggi, disiplin latihan, serta tekad untuk memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama sekolah.
Sebelum mengikuti kejuaraan, para pesilat secara resmi dilepas oleh Kepala SMP Wiyata Bakti, Bapak Dede Maulana Ibrahim. Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kerja keras para atlet, serta menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, adab, dan nilai-nilai luhur pencak silat selama pertandingan berlangsung.
Selama kejuaraan, para atlet mendapatkan pendampingan langsung dari Coach Eko Priyanto selaku pelatih Tapak Suci SMP Wiyata Bakti. Selain itu, pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh dengan menugaskan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Saiful Abdul Haris, bersama Ibu Elva Marlina sebagai pendamping resmi kontingen.
Keikutsertaan dalam Kejuaraan UIN Raden Intan Cup 2025 ini tidak hanya ditargetkan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter siswa, penguatan mental bertanding, serta pembelajaran tentang kerja keras, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam sebuah tim.
Pihak sekolah berharap, melalui keikutsertaan dalam ajang ini, para pesilat Tapak Suci SMP Wiyata Bakti dapat menambah pengalaman berharga, memperluas wawasan kompetisi, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi, berakhlak, dan mampu membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih luas.
Editor : Muhammad Arya

