nataragung.id – Pemanggilan – Jangan pernah letakkan hidupmu di bawah bayang-bayang penilaian manusia. Berusaha menyenangkan semua orang adalah pekerjaan yang mustahil, bahkan para nabi yang dimuliakan Allah pun tidak luput dari penolakan, celaan, dan kebencian.
Jika manusia pilihan Allah saja tidak disukai semua orang, lalu mengapa kita berharap bisa. Allah telah mengingatkan bahwa keridaan manusia sering berseberangan dengan kebenaran. Maka, ukuran lurusnya langkah bukanlah tepuk tangan manusia, melainkan keridaan Allah.
Ketika seseorang menukar kebenaran demi pujian, ia akan kehilangan keduanya, tidak mendapat ridha Allah, dan belum tentu dicintai manusia.
Al-Qur’an menegaskan bahwa tugas seorang mukmin hanyalah menyampaikan kebenaran dan berjalan di atas petunjuk, bukan memastikan semua orang senang.
Allah berfirman:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An‘am: 116)
Bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam manusia terbaik, tidak mampu membuat semua orang menerima dakwahnya. Allah berfirman:
فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ
“Jika mereka tidak memenuhi (seruanmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS. Al-Qashash: 50)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga mengingatkan dengan tegas agar seorang mukmin tidak mengorbankan prinsip demi manusia.
Beliau bersabda:
مَنْ أَرْضَى اللَّهَ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridha Allah meski manusia murka, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia pun ridha kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban)
Maka, tenangkan hatimu. Fokuslah pada keikhlasan, bukan popularitas. Cukupkan dirimu dengan satu tujuan mulia, berjalan lurus di hadapan Allah.
Sebab ketika Allah telah ridha, penilaian manusia tak lagi menentukan apa-apa. (KIS/136).
Wallahu A’lamu
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

